by

Daftar-daftar Gerbang Tol Yang diSekat Guna Mengantisipasi Arus Balik Mudik

-Berita-517 views

Jakarta – Pemerintah akan mengadakan penyekatan di beberapa pintu gerbang tol untuk mencegah arus balik bagi para pemudik yang masih nekat mudik. Bagi mereka yang sudah memaksakan mudik ke kampung halaman akan mendapatkan kesulitan untuk kembali masuk ke Jakarta.

Kita harus tetap mendukung tegak nya peraturan larangan mudik dan kami akan melakukan penyekatan kendaraan di beberapa titik dan benar sudah didirikan oleh petugas kami tegas Divis Humas Polri. Penyekatan arus balik mudik ini di lakukan di beberapa titik jalan raya dan beberapa jalan tol serta gerbang tol nya kami lakukan penyekatan.

Dimas Humas Polri menyampaikan dalam media sosial nya yang kami lakukan penyekatan di mulai dari wilayah Jawa Tengah ada 7 titik penyekatan, di Jawa Tengah ada 10 titik penyekatan, DKI Jakarta ada 12 titik penyekatan dan di Jawa Barat ada 9 titik penyekatan.

Dan khusus untuk gerbang tol yang kami lakukan penyekatan di wiayah Jawa timur dan Wilayah Jawa Tengah di Gerbang Tol Ngawi KM 679, Gerbang Tol Banyumaik KM 421 dan termasuk pintu keluar to wilayah Sragen KM 528.

Untuk wilayah Provinsi Jawa Barat penyekatan di lakukan di Gerbang Tol Palimanan Utama, Gerbang tol Kalihurip Utama dan Gerbang Tol Cikampek Utama, dan selain Gerbang Tol kami juga melakukan penyekatan di beberapa titik ruas tol di antara nya tol Jawa Barat KM 47 B, jalan tol Jakarta-Cikampek di KM 47 dan ada juga di tol Tanggerang-Banten Cikupa.

Sebagai tambahan informasi pentingm bagi pemudik yang ingin kembali ke Jakarta harus menunjukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang memang di keluarkan oleh Pemprov DKI dan bagi masyarakat yang tidak memiliki SIKM akan di pinta untuk putar kembali dan tidak boleh masuk ke wilayah Jakarta.

Penyekatan ini kami lakukan untuk membatasi ada nya keluar masuk kendaraan pribadi dengan angkutan penumpang di wilayah Jakarta ini sendiri terkecuali kendaraan petugas, ambulans, dinas, angkutan logistic serta mobil pemadam kebakaran.

Terdapat 111 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta Dalam Dua Hari Setelah Hari Idul Fitri

Pada masa pandemi ini memang kita berlakukan Larang Mudik bagi yang tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan kita lakukan penyekatan di beberapa titik gerbang told an ruas tol sehingga kami dapat menyaring pengendara yang memiliki SIKM atau tidak serta kami dapat mengetahui berapa banyak dan beberapa persen peningkatan atau penurunan dari tahun sebelum pandemi ini.

Pada mudik tahun lalu kita tetap melakukan pembatasan seperti tahun tahun kemarin demi upaya untuk melancarkan akan tetapi pada tahun ini kita tetap melakukan penyekatan guna mencegah penyebaran Covid-19 dimulai dari kita berlakukan PSBB, pengendalian transportasi serta yang terakhir larangan mudik. Dalam pengamatan dan hasil perhitungan yang kami lakukan hal yang sudah kami terapkan memang berpengaruh terhadap pergerakan masyarakat menyambut musim libur tahun 2020 ini ujar Dwimawan Heru dalam acara diskusi bersama Masyarakat Transportasi Indonesia .

Heru Dwimawan menyebutkan bahwa PT Jasa Marga selaku pelayanan jasa tol mencatatkan terdapat penurunan pada arus balik sebesar dengan 62%, pada tahun sebelum nya di hari kedua dan ketiga terdapat laporan ada 326 ribu yang melakukan arus balik ke Jakarta sedangkan pada masa pandemi ini hanya terdapat 111 ribu saja.

Sebelum nya dari pihak PT Jasa Marga juga mencatatkan penurunan pada saat proses mudik sebelum lebaran dan mengalami penurunan sebesar 62%di bandingkan pada tahun kemarin dari 1.2juta menurun menjadi 400ribu saja pada tahun ini. Pergerakan pada saat hari raya juga mengalamin penurunan arus keluar dan arus masuk di wilayah Jabodetabek. Pola silahturahmi hari pertama yang keluar Jabodetabek mengalami penurunan yang sangat drastis sebesar 81%. Jika tahun lalu di angka 197 ribu dan pada tahun ini hanya 37ribu saja dan untuk masuk ke Jabodetabek pada tahun kemarin sebesar 110ribu pada tahun ini hanya di angka 35rb saha ucap Heru Dwimawan.

Jalan Tikus Alternatif Bagi Pemudik Yang Ingin Balik ke Jakarta Tetapi Tetap di Sekat Oleh Kepolisian

Banyak cara yang di lakukan oleh orang yang ingin balik kembali ke Jakarta setelah memaksakan untuk mudik ke kampung halaman nya pada waktu hari raya Idul Fitri, dengan cara melalui jalan jalan tikus. Akan tetapi Pemprov DKI Jakarta beserta Ditlantas Polda Metro Jaya tidak tinggal diam dan akan tetap melakukan penyekatan di beberapa titik jalan tikus guna mengantisipasi arus mudik kembali ke Jakarta. Ada 11 titik perbatasan antara Jakarta-Bogor-Tanggerang serta Bekasi yang selalu menjadi jalan alternative ataupun jalan tikus bagi para pemudik yang ingin balik ke Jakarta.

Kombes Sambodo Purnomo Yugo menjelaskan jika penyekatan jalan tikus ini sudah di lakukan oleh beberapa Polres terkait dan di bantu oleh institusi lain nya dan akan di lakukan pemeriksaan pemeriksaan. Pihak Polres akan di bantu oleh personel dari Polda metro Jaya dan Dishb serta Satpol PP.

Kadishub DKI juga menjelaskan bahwa langkah yang di ambil ini sudah tepat di karenakan pemudik yang ingin balik ke Jakarta pasti menggunakan akses jalan tikus dan maka dari itu kami lakukan penyekatan agar tidak bisa di lewati oleh para pemudik. Penyekatan ini di lakukan sesuai dengan Pergub 47 Tahun 2020 yang dimana isi nya Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar maupun masuk Prov DKI Jakarta.

Ada 11 titik penyekatan yang terbagi 3 Kabupaten sebagai berikut ;

Kabupaten Bogor

  1. Jalan Jasinga
  2. Jalan Raya Tanjung Sari
  3. Jalan Ciawi-Cianjur
  4. Jalan Ciawi-Sukabumi

Kabupaten Tangerang

  1. Jalan Tol Cikupa
  2. Jalan Raya Serang
  3. Jalan Syekh Nawawi
  4. Jalan Raya Maja

Kabupaten Bekasi

  1. Jalan Inspeksi Kalimalang
  2. Ruas Tol Cikarang KM 47 arah ke Jakarta
  3. Jalan Raya Pantura (Kedung Waringin)

Jalan jalan di atas akan menjadi target operasi penyekatan untuk mengantisipasi pemudik yang ingin balik ke Jakarta dan bertujuan nya untuk menghentikan penyebaran Virus Corona karena saat ini sudah kita ketahui penyebaran Virus Corona tanpa mendapatkan gejala apapun tetapi terjangkit virus Corona.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed