by

Dua Warga Polman Di jemput Petugas Berpakaian Hazmat, Aktif Corona (COVID-19)

kedua warga Polman telah di jemput oleh petugas medis virus corona karena telah reaktif corona, kedua warga ini merupakan warga kecamatan Wonomulyo, kabupaten Poliwali Mandar ( POLMAN ), alasan kenapa di jemput karena dalam tubuh 2 orang tersebut terdapat Reaktif Virus corona, kedua nya di jemput untuk menjalani intensif di Rumah Sakit Pratama Wonomulyo.

Dengan proses pernjemputan di lakukan di hari sabtu (16/05/20) bersama dengan petugas dari puskesmas Wonomulyo dan Satgas (COVID-19) Kecamatan Wonomulyo, setelah mengetahuai kedua warga tersebut Reaktif corona hasil dari Rapid Diagnostic Test (RDT). maka dengan pengantaran ke Rumah Sakit Tersebut di lakukan secara terpisah dengan mobil Ambulans.

Di ketahui kedua masing-masing pasien tersebut telah berisnial I ( 55 TH) Warga dari kelurahan Sidodadi. dan Y (57 Th) merupakan warga Desa Sumberjo. Sebelum kedua pasien tersebut memasuki Ruangan perawatan, petugas kesehatan tersebut melakukan pengecekan suhu dan memberikan penyemprotan cairan disinfektan terhadapat kedua pasien tersebut.

“Ungkap dari Ketua Petugas Satgas Covid-19 Wonomulyo” Sebelumnya kedua pasien tersebut sudah kami lakukan pemeriksaan sebanyak dua kali dan hasil yang di dapatkan Rapid Diagnostic Test (RDT) adalah positif Virus Corona, Untuk yang bersangkutan kedua paseian tersebut sedang dalam Pemariksan Rapid Diagnostic Test (RDT) dan sekarang hanya tinggal hasilnya saja. pada tanggal sabtu (16/5/20).

Agar Virus Corona tidak meyebar lebih luas lagi kepada masyarakat tersebut maka sejumlah warga yang terlibat dengan kontak pasien tesebut akan di lakukan pemeriksaan sampai hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) keluar, untuk kontak pasien termasuk keluarga sudah kami imbauan agar tidak ke mana-mana saat ini, Ungkap dari Petugas kesehan (COVID-19).

Pendatang Di Polman Sembunyi Di Rumah Kosong Di Razia Satgas Corona (COVID-19)


Pada saat hari Minggu (17/05/20) Pemarintah Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Petugas telah merazia salah satu soerang warga Pendatang yang bersembunyi di sebuah Rumah Kosong Milik Warga di Desa Sugihwaras. Wargar pendatang tersebut bernama Alim bahri (26). Namun Warga pendatang Alim bahri, membuat warga Desa Sugihwaras Resah atas kedantangan nya secara diam-diam.

Di ketahui Alim bahri merupakan salah satu warga Desa Rappocini, Makassar. Kedantangan warga tesebut bernama alim bahri secara diam-diam sudah 2 hari menapung di lokasi tersebut, kedantangan alim bahri sangat membuat masyarkat khawatir nantinya ada penyebaran virus Corona kepada masyarkat.

Tidak hanya itu saja, alim bahri juga di ketahui melewati penjagaan ketat di sertai pemeriksaan kartu KTP identitas dan kartu tanda penduduk Di posko perbatasan dengan cara bersembunyi di dalam bagasi mobil tersebut.

Ungkapan dari Alim bahri kepada petugas, Alim bahri nekat meninggalkan Desa Rappocini, Makassar. hanya ingin lebaran di Desa Sugihwaras saja. Ungkap semua dari perkataan alim bahri kepada petugas Satgas COVID-19. Kedantangan Alim bahri pada tanggal (15/05/2020). “untuk yang bersangkutan naik mobil Angkutan dan yang bersembnyui di sebuah mobil bagasi sudah di perintahkan oleh petugas Satgas untuk pulang ke rumah masing-masing.

Pemarintah Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, mengharapakan kepada petugas pelintas di pos perbatasan kabupaten Pengawasan tersebut. harus di lakukan lebih ketat lagi agar tidak ada yang terjadi kembali seperti hal ini.

Warga Polman Tolak Bantuan Dari Pemerintah, memberikan bantuan yang lebih membutuhkan


Seorang warga dari Polman warga Desa Parappe, kecamatan Camplagian kabupaten Polewali Mandar (POLMAN) bernama Nasir Saleh ( 39 TH) Menolak bantuan dari Pemerintah selama masa pandemi corona ini. bapak Nasir Saleh menolak bantuan dari pemerintah merasa diri sudah mampu.

“Ungkapan dari Warga Desa Parappe bernama Nasir saleh ini menolak bantun dari pemarintah ini bukan karena tidak menghargai dari bantuan pemerintah. akan tetapi Bapak Bernama nasi Saleh ini merasa masih mampu, yang di harapakan bapak bernama Nasir Saleh ini bantuan dari pemerintah menyarakan memberikan kepada warga yang lebih membutuhkan atau lebih layak saja.

“Saya sangat terharu kepada bapak Nasir Saleh ini, dia merupakan salah satu warga yang sangat berpengertian terhadap pada warga yang lebih membutuhkan, menolak sesuatu dari bantuan pemerintah bukan karna tidak ingin, karena merasa masih mampu dan menyarkan kepada pemerintah untuk memberikan bantuan yang lebih membutuh” Ungkap dari ketua pemerintah Desa Parappe.

Kepada semua masyarakat agar tidak terjadi kembali penyebaran virus corona. kami harapkan selalu ikuti imbauan WHO maupaun pemarintah selalu menjaga jarak dan jaga kebersihan dan selalu menggunakan masker. untuk yang tidak ada kepentingan di harapkan jangan keluar dari rumah tetap seperti biasa  melakuka beraktifitasi di rumah saja. Agar penyebaran Virus Corona ini tidak akan terjadi kembali lagi kepada masyarakat di sekitar nya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed