by

Jenderal Andika Perkasa Jaga Marwah Matra AD, Pecat Anak Buah Yang Berulah

BeritaCNN – KSAD Jenderal Andika Perkasa berusaha menjada Marwah Matra TNI AD dengan cara memecat anak buah nya jika benar membuat ulah dan juga terlibat dalam penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas Jakarta Timur.

Jenderal Andika sendiri sudah memberikan penjelasan banyak mengenai persoalan penyerangand an perusakan Polsek Ciracas. Sudah ada 12 orang yang kita panggil guna di mintai keterangan dan masih ada 19 orang prajurit yang masih dalam proses pemanggilan.

Dari hasil pemeriksaan sejauh ini, semua yang kita panggil dan kita mintai penjelasan semua nya sudah memenuhi pasal yang ada di kitab undang undang Hukum Pidana Militer, sebagai hukuman tambahan nya adalah pemecatan dari Kesatuan Militer tegas Jenderal Andika Perkasa.

Hukum pidana akan di terapkan kepada orang yang melakukan penyerangakn Polsek Ciracas dan hukuman pemecatan adalah hukuman tambahan yang setimpal bagi para pelaku. Selain pasal pidana yang mereka langgar akan tetapi ini semua akan berbeda dengan satu lain nya, oleh karena itu kita siap memberikan hukuman tambahan kepada para pelaku yaitu dengan hukuman tambahan berupa pemecatan jelas Andika.

Jenderal Andika menjelaskan bahwa tidak akan pernah main main dalam menyikapi hal hal seperti ini, apalagi kejadian seperti penyerangan sebuah markas kepolisian di Ciracas Jaktim. Saya siap kehilangan anak buah yang sudah membuat ulah demi menjaga nama baik Angkat Darat.

Lebih baik kita kehilangan prajurit dengan angka berapapun itu jumlah nya yang memang terlibat dalam perusakan, baik itu dari segi peran nya masing masing dari pada nama baik TNI Angkatan Darat akan rusak di mata masyarakat oleh perbuatan prajurit TNI yang tidak bertanggung jawab. Semua perbuatan itu sedikit pun tudak mencerminkan sumpah prajurit TNI yang sudah mereka ucapkan sebelum menjadi prajurit TNI Angkatan Darat ucap Jenderal Andika Perkasa.

Jenderal Andika secara terbuka meminta maaf kepada korban maupun public atas peristiwa penyerangan Polsek Ciracas dan memastikan bahwa para pelaku akan menanggung semua perbuatan nya dengan setimpal da nada sebuah mekanisme yang kita buat untuk semua yang menjadi tersangka dan terdakwa. Mereka semua yang menjadi tersangka dan terdakwa harus mengganti semua biaya pengobatan para korban dan juga biaya kerusakan yang mereka lakukan.

Penyerangan dan perusakan terhadap Polsek Ciracas disebabkan oleh informasi palsu yang diberitakan oleh Prada MI. Dalam peristiwa Prada MI mengalami kecelakaan tunggal, akan tetapi dia melaporkan kepada teman seangkatan nya bahwa dia telah di keroyok oleh orang.

Pengakuan hoax nya ini lah yang membuat para rekan seangkatan nya marah dan langsung menyerang Polsek Ciracas. Keterangan ini sendiri pun di jelaskan langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bahwa Prada MI menghubungi para rekan rekan nya sebanyak 27 orang setalah dia mengalami kecelakaan.

Akibat perusakan yang terjadi fasilitas serta mobil yang ada di Polsek Ciracas mengalami kerusakan da nada juga kendaraan bermotor yang di bakar oleh para penyerang, di duga ada sekitar 100 orang yang melakukan penyerangan dan perusakan ini.

Untuk Prada MI sudah di ketahui sebagai pembuat serangan di Polsek Ciracas dan untuk identitas pelaku lain nya masih kita selidiki lebih lanjut. Namun di ketahui ada oknum pangkat tertinggi dalam kasus penyerangan ini yaitu Sersan Mayor. Kami akan terus melakukan penyidikan guna mengungkap semua pelaku penyerangan dan perusakan ini jelas Jenderal Andika Perkasa.

Ada Terdapat Pangkat Sersan Mayor Dalam Penyerangan dan Perusakan Polsek Ciracas

Jakarta – Dalam kasus penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjelaskan bahwa ada oknum yang berpangkat Sersan Mayor yang terlibat dalam kasus penyerangan ini.

Berdasarkan penyelidikan yang di lakukan di ketahui ada oknum yang berpangkat Sersan Mayor yang terlibat dalam kasus penyerangan Polsek Ciracas. Keterangan ini di jelaskan sendiri oleh Jenderal Andika Perkasa saat konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat.

Akan tetapi untuk inisial maupun nama oknum tersebut tidak disebutkan secara langsung, ada oknum TNI yang berpangkat Sersan Mayor yang memang terlibat dalam penyerangan dan perusakan ini. Akan tetapi masih kita lakukan penyidikan lebih dalam lagi.

Kita tidak cukup sampai disini saja, kita masih tetap usut kasus ini di karenakan ada sebuah komunikasi yang menyebutkan bahwa bukan sebuah jabatan saja akan tetapi terdapat sebutan yang lebih tinggi di bandingkan Sersan Mayor.

Terdapat 12 anggota TNI yang sudah di periksa, dan kami masih menunggu 19 oknum lagi yang masih akan di panggil untuk di lakukan pemeriksaan. Untuk semua yang di periksa ini semua nya berpangkat dan dari kesatuan yang berbeda beda. Semua nya tidak sama angkatan maupun pangkat nya, maka dari itu kami akan terus lakukan investigasi dan akan terus kami kejar sampai mana pun.

Para Penyerang Polsek Ciracas Tertipu Oleh Prada MI, KSAD Itu Kesalahan Anda Sendiri!!!

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat TNI Jenderal Andika Perkasa menjelaskan bahwa saat ini sedang berfokus dalam menangani masalah penyerangan yang di lakukan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur yang di ketahui melibatkan beberapa prajurit nya. Apapun itu alasan nya untuk membela diri tidak akan bisa kita terima termasuk sudah tertipu oleh Prada MI.

Memang di ketahui saat ini Prada MI menjadi sumber dari aksi penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas dan sekitar nya yang dimana dia mengaku sudah menjadi korban keroyok. Padalah berdasarkan informasi dari para saksi dan juga di bantu rekaman CCTV di sebuah toko, bahwa Prada MI bukan lah di keroyok, melainkan dia mengalami kecelakaan tunggal.

Akan tetapi setelah kecelakaan yang di alami oleh Prada MI, dia langsung menginformasikan kepada rekan rekan nya jika dia sudah di keroyok oleh sekumpulan orang. Mendengar informasi tersebut para rekan nya langsung bergegas dan langsung menyerang dan melakukan perusakan di Polsek Ciracas.

Jenderal Andika sendiri menjelaskan, perkataan apa yang sudah menjadi sumber penyerangan ini masih kita dalami. Alasan apapun tidak bisa kita terima karena sudah melakukan tindak anarkis. Mengenai apa yang sudah di katakana oleh Prada MI baik apapun itu dalam dalam penyelidikan dan tidak ada sangkut paut nya, yang sudah pasti apa yang mereka perbuat itu sudah salah.

Mau merasa di tipu, mau merasa di bohongi yang jelas perbuatan para pelaku penyerangan Polsek Ciracas sudah salah dan tidak bisa kita tolerin lagi. Atas perbuatan yang mereka lakukan mereka harus siap menangggung akibat nya sesuai dengan ketentuan undang-undang ke Militeran.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed