by

Kejam dan Sadis, Penjual Bubur di Mojokerto Tega Bunuh Bapak dan Ibu-Nya

BeritaCNN – Dua kata untuk pelaku pembunuhan terhadap kedua orang tua nya sendiri, Kejam dan Sadis.  Pelaku tega menggorok leher ayah dan ibu nya sendiri menggunakan pisau dapur.

Peristiwa kejam ini terjadi di sebuah Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar. Kejadian berdarah ini terjadi pada hari Sabtu malam (26/9). Seorang warga Dusun Kuripan yang bernama Suradi menjelaskan bahwa saat kejadian peristiwa kondisi kampung sedang sangat sepi, karena pada saat ini sebagian besar pria yang ada di kampung sedang berada di pemakaman umum dikarenakan ada warga kampung yang meninggal dunia.

Sekitar pada pukul 21.40 WIB ada warga yang meminta pertolongan ke warga yang sedang berada di pemakaman karena terjadi kejadian pembunuhan tersebut jelas Suradi kepada wartawan.

Sebagian warga pun segera menuju rumah tempat pembunuhan tersebut, dan benar saja korban pria yang bernama Yasin (70) dan korban perempuan bernama Muripah (60) telah tergeletak di sebuah kamar dengan berlumuran darah. Kedua nya mengalami luka pada bagian leher.

“ Kedua nya telah di gorok oleh pelaku di bagian leher nya dengan menggunakan pisau dapur “

Menurut keterangan warga, korban di bunuh oleh anak nya sendiri yang bernama Andi, laki laki bujangan berumur sekitar 25 tahun dan memang sudah di amankan oleh warga setempat setelah berhasil membunuh kedua orang tua nya. Andi sendiri dikenal sebagai penjual bubur seruntul dan pentol keliling.

“ Untuk permasalahan nya sendiri kami tidak mengetahui nya, pelaku ini orang nya sangat pendiam dan juga cara bicara nya kepada orang sangat halus jelas Suradi “

Kedua korban sendiri langsung dievakuasi oleh warga ke RS Sidowaras dan untuk pelaku nya sendiri sudah di serahkan oleh warga setempat kepada pihak yang berwajib disekitar pukul 22.10 WIB.

Untuk penangkapan pelaku pun sangat menegangka dikarenakan pelaku masih memegang pisau yang dia gunakan untuk membunuh kedua orang tua nya tersebut. Warga mengepung pelaku, warga yang berada di posisi depan mengalihkan perhatian pelaku dengan cara mengajak pelaku berbicara, sedangkan warga lain melakukan penyergapan dari arah belakang dengan cara masuk dari pintu belakang secara diam-diam dan perlahan.

Memang cukup sulit untuk menangkap pelaku, selain pelaku masih memegang pisau, pelaku juga memilik badan yang tinggi dan besar. Akan tetapi berkat bantuan warga warga lain nya pelaku bisa di amankan dan langsung diserahkan kepada pihak kepolisian jelas Suradi.

Suyoto Kerasukan Hingga Gorok  Leher Mantan Istri di Depan Anak

Karawang –  Bermula Suyoto (55) mendapatkan pesan singkat dari Oni (44) melelui SMS dan juga telepon, mendadak Suyoto langsung naik pitam dan segera meninggalkan rumahnya yang berada di Boyolali untu menuju ke Karawang guna menemui mantan istri nya. Saat berjumpa mantan istri nya, Suyoto langsung melampiaskan amarah nya.

Dalam kejadian ini, pelaku merasa sangat terhina setelah dia menerima pesan singkat melalui SMS dan telepon dari korban sendiri. Pelaku sendiri menemui korban dan akhir nya terjadilah pembacokan jelas dari Kapolsek Pedes AKP Ade Firmansyah saat kita jumpai di olah TKP.

Suyoto sendiri tiba di Karawang saat tengah malam, dia pun langsung menuju kerumah mantan istrinya tersebut di Jatimulya. Suyoto langsung masuk kedalam rumah mantan istri nya seperti maling dengan cara diam diam masuk melalui atap rumah.

Setelah berhasil masuk kedalam rumah, Suyoto pertama menuju ke dapur dan pada akhirnya masuk kedalam sebuah riangan yang didalam nya terdapat Oni beserna anak yang sedang tidur. Begitu mendapati mantan istri nya pelaku langsung membacok sang mantan secara brutal dan yang lebih tragis nya pelaku membacok korban di depan anak nya sendiri.

Bacokan dari golok bukan hanya melukai bagian badan korban melain kan bagian kepada dan di bagian leher di gorok oleh pelaku.

Anak nya yang melihat ayah nya membacoki ibu nya keluar dari ruangan tidur nya sambil teriak meminta pertolongan.

Setelah mendengar teriakan dari keponakan datanglah kakak Oni yang bernama Roji untuk menolong sang adik, tetapi sang adik sudah dalam kondisi tergeletak bersimbah arah.

Dalam ruangan tersebut masih ada Suyoto yang masih duduk di sebelah Oni dan berkata “ Itu dia sudah meninggal “ terang Roji. Saya tidak berniat membalas perbuatan Suyoto, saya menolong adik saya yang masih bernapas dan segera saya masukan adik saya ke dalam mobil dan langsung saya bawa ke rumah sakit, tetap Oni meninggal dunia pada saat perjalanan menuju rumah sakit cerita Roji.

Suyoto sendiri akhir nya di arak oleh para warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Dalam pemeriksaan terhadap pelaku, pihak kepolisian mendapati informasi dari pelaku bahwa dia sakit hati. Tetapi pihak kita masih terus menyidik kasus ini di karenakan dalam hal ini Suyoto kuat dugaan sudah merencakan ini semua dengan terlihat ada nya golok yang sudah dia siapkan sebelum melakukan aksi nya jelas Kasat Reskrm Polres Karawang, AKP Bimantoro.

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Yang Dilakukan Suyoto Terhadap Mantan Istri

Karawang –  Saat ini pelaku pembacokan terhadap mantan istri di Karawang sudha berhasil di amankan oleh pihak berwajib. Pelaku yang bernama Suyoto (55) secara brutal membacok dan menggorok leher mantan istri nya Oni (44) di depan anak nya sendiri.

Pelaku melakukan pembunuhan ini di dasarkan rasa sakit hati terhadap korban karena kerap kali di hina oleh mantan istri nya tersebut.

“ Sebelum kejadian, korban menelepon dan mengirimkan sebuah SMS yang di anggap oleh pelaku sebagai penghinaan” lantas tidak terima dengan penghinaan tersebut pelaku langsung mendatangi rumah korban yang berada di Karawang.

Sesampai di rumah korban, pelaku masuk kerumah korban di waktu tengah malam dengan cara mengendap-endap dari atap rumah dan lalu masuk kedalam dapur. Pelaku langsung mencari keberadaan korban di tiap ruangan. Saat mendapati mantan istri nya berada di ruangan tidur bersama anak nya, pelaku secara brutal membacok mantan istri nya di depan anak nya sendiri.

Puas telah membacok mantan istri nya, pelaku tidak melarikan diri melainkan diri nya memberitakan kepada saudara korban bahwa Oni telah mati. Dan Roji langsung berusaha membawa Oni ke rumah sakit agar bisa mendapatkan perawatan, akan tetapi di perjalanan Oni meninggal dunia.

Roji menjelaskan bahwa peristiwa ini di sebabkan oleh persoalan pribadi mereka berdua, dalam hal ini pelaku selalu mengajak korban untuk rujuk kembali akan tetapi korban selalu menolak nya. Berulang kali pelaku mengajak untuk bisa balikan kembali akan tetapi selalu di tolak oleh adik saya terang Roji saat kita temui di RSUD Karawang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed