by

Kementan Umumkan Ganja Sebagai Tanaman Obat, BNN Tidak Setuju

BeritaCNN – Kementan mengkonfirmasikan bahwa daun ganja bisa di jadikan tanaman obat, akan tetapi BNN berpendapat bahwa tanaman ganja termasuk dalam katergori Narkotika sehingga sangat bertentangan dengan Undang Undang apalagi sampai melestarikan tanaman ganja.

Sudah pasti yang kita ketahui selama ini bahwa tanaman ganja adalah tanaman yang di larang dan sangat bertentangan dengan UU nomor 35 tahun 2009 yang berisikan tentang Narkotika. Tanaman ganja di mulai dari akar, batang, daun, bunga dan semua yang terkandung dalam tanaman ganja semua nya dilarang. Tanaman ganja di larang untuk di tanam. Di perdagangkan, di konsumsi, di tanam semua nya sama sekali tidak di perbolehkan jelas karo Humas BNN, Brigjen Sulistyo Pudjo.

Kita ketahui saat ini Mentan menerbitkan keputusan yang bisa di nilai tidak masuk akal, Mentan menerbitkan keputusan Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2?2020 yang berisikan tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian. Dalam isi nomor tersebut di sebutkan bahwa ganja termasuk jenis tanaman obat yang dibawah kendali Direktorat Jenderal Holtikultural Kementan.

Keputusan Menteri ini dinilai sangatlah tidak benar dan harus di batalkan. Keputusan yang menyangkut tanaman ganja ini harus di anulir dan kita tunggu saja tindakan apa yang di ambil oleh Kementerian Pertanian tentang penentangan ini ujar Pudjo.

Sebelum Kementan mengeluarkan Keputusan Menteri ini, Menteri Pertanian bersama dengan BNN satu arah dan satu tujuan, tujuan nya adalah memusnahkan semua tanaman tanaman ganja dari ladang nya dan setelah itu kita tanamin dengan tanaman yang bermanfaat seperti kopi, jagung dan lain nya.

Beberapa hari lalu ada tiga orang dari Ditjen Holtikultura, tanaman keras dan kebun melakukan rapat bersama dengan BNN yang dimana dalam rapat membahas tentang pemusnahan ladang ganja dan kita ubah menjadi ladang tanaman produktif seperti kopi, jagung dan lain nya. Dalam hal ini Kementan tidak bisa menentang Undang-undang No 35 tahun 2009 yang berisikan tentang Narkotika.

Kementan memasukan tanaman ganja (Cannabis Sativa) kedalam katergori tanaman yang menjadi komoditas tanaman obat. Ketetapan ini sudah di tuangkan dalam Keputusan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan No r 104/KPTS/HK.140/M2/2020/ tentang tanaman binaan Kementerian. Ganja termasuk dalam tanaman obat yang di bawah binaan Direktorat Jenderal Holtikultura Kementan. Ada 66 buah tanaman yang termasuk dalam katergori obat yaitu, lempuyang. Brotowali, sambiloto dan kratom.

Adapun untuk buah-buahan  sebanyak 60 jenis, 42 jenis sayuran dan yang paling banyak adalah tanaman hias dengan 361 jenis. Dan ada juga lampiran yang memuat jenis hewan ternak yang memang masuk kedalam komoditas hewan binaan Kementerian Pertanian.

Tanaman Ganja Ditetapkan Sebagai Komoditas Tanaman Obat

Jakarta –  Kementerian Pertanian resmi memasukan tanaman ganja kedalam kategori tanaman obat, dan sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Yang menjadi komoditas binaan dan produk turunan yang di bina oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Holtikultura dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Berdasarkan Kepmen itu, ganja di masukan dalam katergori jenis tanaman obat akan tetapi berada di bawah binaan Direktorat Jenderal Holtikultura Kementan. Terdapat ada sekitar 66 jenis tanaman obat obatan yang masuk dalam binaan Direktorat Jenderal Holtikultura yang di antara nya, lempuyang, brotowali, kratom dan sambiloto.

Adapun lampiran tersebut memuat tentang jenis tanaman buahan dan hewan ternak yang memang masuk dalam komoditas binaan Kementerian Pertanian. Sesuai data, untuk jenis buah buahan terdapat 60 jenis buahan, untuk sayuran terdapat 42 jenis sayuran dan untuk tanaman hias menjadi yang paling banyak yaitu dengan 361 buah jenis tanaman hias.

Akan tetapi Keputusan Kementerian Pertanian ini mendapatkan tolakan dari BNN di karenakan ganja masuk kedalam kategori Narkotika. Yang dimana pada sebelum nya Kementerian Pertanian bersama dengan BNN sepakat akan memusnahkan segala bentuk tanaman ganja gunak membuka ladang untuk tanaman produksi lain nya seperti kopi, jagung, dan lain nya.

Ganja masuk dalam jenis narkotika golongan I dan terdapat dalam Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika itu sendiri. Undang Undang juga melarang mengkonsumsi, memproduksi hingga mendistribusikan ganja tersebut.

Menteri Pertanian Cabut Kembali Keputusan Tentang Ganja Jadi Tanaman Komoditas Obat

Jakarta – Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat ini sudah mencabut kembali surat keputusan nomor 104/2020 yang berisikan tentang ganja termasuk tanaman komoditas binaan pertanian karena masuk dalam kategori tanaman obat.

Syahrul Yasin Limpo konsisten akan kesepakatan bersama BNN dan Kepolisain untuk memberantas penyalahgunaan narkoba termasuk dengan ganja. Kepmentan akan di cabut dan segera akan di kaji kembali untuk segera di revisi dengan berkoordinasi bersama stakeholder seperti Kemenkes, BNN dan LIPI jelas Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha.

Kementan memberikan penjelasan bahwa ganja adalah tanaman yang masuk kedalam kategori psikotropika dan memang selama ini sudah masuk kedalam kelompok tanaman obat sejak tahun 2006 yang di mana tertuang dalam Kepmentan 511/2006. Pada tahun 2006 dilakukan pembinaan dengan cara mengalihkan petani ganja menjadi petani tanaman produksi seperti jagung, kopi dan lain nya. Untuk ganja nya sendiri kita musnahkan semua.

Untuk ganja yang di tanam untuk kepentingan pelayanan medis serta untuk ilmu pengetahuan memang di sah kan secara legal oleh Undang Undang Narkotika, selebih dari itu sudah bersifat illegal jelas Tommy.

Tommy juga menjelaskan bahwa Kementan memberikan izin usaha kepada para pembudidaya tanaman yang sebagaimana di maksudkan di Kepmentan 104/2020, akan tetapi tetap memperhatikan dan mengingat apa yang menjadi peraturan perundang-undangan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed