by

Manusia Tetap Membawa DNA Dari Leluhur Yang Misterius

BeritaCNN – Suatu penelitian yang di lakukan meyakini bahwa ada sebagian dari manusia yang memang membawa DNA cukup misterius tanpa diketahui asal nya. Berdasarkan analisis dari genom manusia purba yang sangat terkenal – Neanderthal dan Denisovan berhasil mengungkapkan bahwa mereka mereka memang membawa DNA dari nenek moyang yang saat ini belum diketahui identifikasi silsilah pohon manusia nya.

Penelitian ini juga bisa menemukan bukti bahwa tentang perkawinan silang. Perkawinan silang yang terjadi antara manusia dengan Neanderthal, maka dari itu perkawinan ini akan menambah wawasan terbaru tentang sejarah yang makin lama semakin rumit semenjak kemunculan manusia sebagai spesies nya.

Besar kemungkinan jika nenek moyang yang belum di ketahui hingga saat ini adalah Homo Erectus, nenek moyang manusia purba yang diperkirakan sudah punah sejak lebih dai 100 ribu tahun yang lampau. Akan tetapi dikarenakn untuk DNA Homo Erectus sampai saat ini memang belum pernah di temukan maka semua anggapan tentang hal itu belum terntu benar adanya.

Yang menarik bagi saya dalam melakukan penelitian ini adalah, penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang apa saja yang bisa kita pelajari tentang sejarah sejarah manusia secara mendalam dan ditambah lagi dengan merekontruksikan sejara evolusi secara penuh berdasarkan urutan dari manusia modern hingga hominin purba jelas dari ahli biologi komputasi Adam Siepel yang berasal dari Laboratorim Cold Spring Harbor, New York.

Para tim peneliti dalam hal ini menggunakan algoritma Bayesian guna mempelajari lebih dalam pola dalam genom, untuk hal ini DNA lebih dari dua Neanderthal kuno. Denisovan kuno dengan manusia Afrika modern. Model seperti ini dapat kita cocokan pembaruan DNA nya dengan waktu waktu tertentu sebagai Science Alert.

Berdasarkan fakta menarik lain nya menunjukan ada nya 15% yang berasal dari DNA super purba misterius yang di dapati dalam genom Denisovan dan memang masih beredar pada manusia sampai saat ini.

Telah Ditemukan Fosil Tertua Nenek Moyang Manusia di Afrika Selatan

Jakarta – Fosil tertua pada zaman Homo Erectus berhasil di temukan di Afrika Selatan, fosil yang di temukan ini berupa tempurung kepala batita yang kini usia nya berkisaran 2 juta tahun lalu.

Dalam hal ini ditemukan fakta bahwa, manusia purba ini mempunyai otak yang lebih kecil di bandingkan dengan otak manusia saat ini, alam tetapi dalam hal ini mereka sudah mampu berjalan dengan tegak dan lebih hebat nya lagi adalah manusia pertama yang menginjakan kaki dan menjelajah keluar Afrika guna menetap di belahan bumi lain nya, dan di ketahui sampai ke Asia.

Kelompok dari tempat asal fosil ini dapat menjadi sebuah kelompok yang memiliki hubungan terhadap setiap orang yang ada di dunia jelas Andy Herries dari La Trobe University, yang dimana menjadi pemimpin tim penelitian ini.

Profesor Herries sendiri menjelaskan bahwa penemuan fosil yang saat ini sudah masuk ke Jurnal Science ini sudah berumur sekitar 2 juta tahun yang lalu, yang arti nya fosil ini adalah termasuk dalam kategori fosil Homo Erectus yang paling tua yang diketemukan sepanjang sejarah.

Untuk penemuan fosil tengkoran batita ini sendiri patut di berikan penghargaan di karenakan dengan di temukan nya fosil ini bisa menambah pengetahuan kita agar dapat bisa lebih memahami tentang asal usul nenek moyang kita. Dalam hal ini juga Profesor Herries menjelaskan untuk menemukan material Homo bisa di bilang sangat sulit untuk di temukan di Afrika Selatan.

Fosil yang berhasil kita temukan di Afrika Selatan ini memiliki umur 200 ribu tahun yang lalu lebih tua dibandingkan dengan fosil Dmanisi yang berada di Georgia, yang dimana menjadi fosil tertua pada waktu itu jelas Herries.

Fakta-fakta di Zaman Es Pada Benua Tenggelam Indonesia

Jakarta – Negara Indonesia merupakan suatu benua Sundaland sewaktu zaman es dan mengalami tenggelam. Ahli dari Paleontologi ITB, Profesir Yadi Zaim menjelaskan beberapa fakta unik tentang keadaan Indonesia pada saat zaman es dulu.

Dikarenakan dampak dari periode yang panjang, Prof Yahdi memfokuskan pada peristiwa Last Glacial yang terjadi sekitar 18 ribu tahun yang silam dimana waktu itu merupakan fase peralihan dari masa Pleitocence menjadi Holocene.

Dan berikut ini adala beberapa fakta mengenai Zaman Es dan juga kondisi Indonesia pada saat itu;

  1. Kondisi Bumi Separuh nya Adalah Es

Menurut penuturan dari Prof Yahdi, jika pada masa Last Glacial dulu, Negara Kanada dan Skandinavia semua nya tertutup oleh es. Es yang di maksud adalah perluasan di antartika ataupun kutub selatan. Pada bumi bagian selatan pun juga demikian, es yang terdapat pada Arktik atau kutub utara menyebar dengan sangat luas hingga menuju Australia, Afrika Selatan dan hingga Chilie bagian selatan. Untuk wilayah yang tidak tertutup oleh es, akan tetapi udara yang terasa sangat lah dingin. Untuk Indonesia sendiri berada di khatulistiwa sehingga tidak tertutup oleh es.

“ Walaupun kita berada di Khatulistiwa, udara kita relatif tetap dingin jelas Prof Yahdi.

  • Udara di Indonesia Terasa Sedingin Seperti di Eropa

Jika kita bicara soal suhu pada masa Last Glacial, rata-rata suhu adalah -8 derajat Celcius. Untuk Indonesia sendiri akan terasa lebih hangat pada masa itu dengan rata-rata suhu 5-10 derajat Celsius yang arti nya suhu Negara kita sudah sama dengan suhu dingin di Eropa jika kita Eropa sedang mengalami musim dingin di masa sekarang.

  • Air Laut Mengalami Penyusutan 120 Meter

Glasial yang dimaksudkan adalah proses pembekuan. Air dan udara yang dingin berubah menjadi beku yang terletak di utara dan selatan bumi yang menyebabkan air laut menyusut 120 meter lebih dangkal dari biasa nya.

Dalam hal ini menyebabkan daratan es semakin bertambah luas, akan tetapi lautan semakin berkurang.

  • Menjadikan Indonesia Sebagai Benua Besar

Ujung dari penyusutan air laut sebanyak 120 meter membuat Indonesia yang awal nya di kenal dengan Negara kepulauan berubah menjadi sebuah benua yang besar di bagian darat dan timur nya.

Laut Jawa, laut Natuna, Selat Malaka dan laut Arafuru yang surut berubah menjadi sebuah daratan. Sehingga pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Malaysia menjadi satu di posisi barat dan sedangkan untuk Papua dan Australia menjadi satu daratan di bagian timur.

Bagian barat Indonesia bernama Benua Sundaland, bagian timur Indonesia bernama Benua Sahul. Untuk belahan dunia lain nya, Negara Rusia bersatu dengan Amerika dan Benua Beringia, Negara Inggris bersatu dengan Benua Eropa yang bernama Doggerland dan semua benua ini semua nya sudah tenggelam.

  • Pada Zaman Es di Indonesia Sudah Ada Kehidupan

Kehidupan saat ini sudah meluas jelas Prof Yahdi.

Sejak dari Zaman Pleistocene kehidupan pada saat sekarang sudah sangat jauh berkembang. Di Indonesia sendiri pada waktu Zaman Es, sudah banyak kehidupan dari tumbuhan, hewan dan pasti nya manusia itu sendiri.

Dan untuk gajah purba seperti Stegodon pun sudah hidup jelas Prof Yahdi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed