by

Masangin, Tradisi Koto Yogyakarta Yang Masih Terjaga Hingga Sekarang

BeritaCNN – Jika anda semua pernah berkunjung ke Kota Yogyakarta dan mampir ke Alun-alun Selatan Yogya mungkin anda semua sudah pernah mencoba tradisi yang saat ini masih terjaga dengan baik disana. Tradisi tersebut bernama Masangin, masangin adalah sebuah tradisi yang penuh dengan tantangan yang cara pelaksanaan nya secara hiburan akan tetap menantang adrenalin dan juga iman kita.

Tradisi ini sudah sangat tidak asing bagi warga Yogyakarta, terutama yang sering berkunjung ke Alun-alun Selatan Yogya di malam hari. Tradisi ini dimainkan pada malam hari dengan cara mata ditutup di kegelapan malam dan berjalan melewati 2 pohon beringin kembar yang besar.

Ada yang berhasil menjalankan tradisi ini, akan tetapi banyak juga yang gagal melakukan nya, akan tetapi tidak membuat para pelaku tradisi yang gagal melakukan nya untuk tidak berhenti begitu saja, mereka selalu mencoba kembali di lain kesempatan nya.

Konon cerita tentagn tradisi Masangin ini bisa di lakukan oleh orang yang memiliki hati yang bersih, sehingga bagi para pelaku yang berhasil melakukan permohonan atau permintaan nya akan terkabulkan.

Tradisi Masangin awal mula nya berceritakan tentang pohon beringin kembar yang di mana di antara kedua pohon beringin kembar tersebut terdapat suatu rajah yang dianggap bisa menolak balak. Hanya orang yang di aggap berhati bersih dan beriman kuat yang bisa melewati pohon beringin kembar tersebut dan membuat rajahan yang ada disana seakan tidak ada kekuatan atau fungsi nya.

Cara melakukan nya juga bisa di bilang sangatlah mudah, para peserta nya harus berjalan dimulai dari depan Gedung Sasono Hinggil Dwi Abad dengan kedua mata yang tertutup dan berjalan lurus kurang lebih berjarak 70 meter.

Percobaan di anggap sah apabila para peserta melakukan nya hanya satu kali, jika dalam percobaan para pelaku melakukan nya lebih dari satu maka dianggap gagal. Untuk urusan keberhasilan, jumlah yang gagal lebih banyak ketimbang yang berhasil.

Di setiap malam Jumat biasa nya akan selalu di penuhi oleh para pengunjung. Para pengunjung biasa secara bergantian melakukan ritual nya, untuk yang sudah melakukan akan memberikan arahan dan petunjuk serta suport kepada teman nya yang sedang melakukan ritual.

Bagi para peserta yang datang akan tetapi tidak membawa penutup mata, maka di depan Gedung Sasono tersedia tempat penyewaan kain hitam yang digunakan untuk menutup mata .

Akan tetapi untuk mitos nya sendiri belum di ketahui sebenar nya, akan tetapi dari ritual ini kita bisa petik

Angkringan Tugu Kota Yogya Yang Tidak Akan Padam Dimakan Zaman

Yogyakarta – Ada sebuah angkringan di kota Yogya yang terdapat di samping Stasiun Tugu Yogya yang dimana angkringan ini tidak akan pernah padam seiring perkembangan zaman. Nama angkringan nya Kopi Jos, akan tetapi masyarakat kota Yogya lebih sering menyebutnya dengan nama Angkringan Tugu.

Adapun yang menyebutnya dengan angkringan Lek Man dan memang sebutan sebutan itu semua nya benar. Sangatlah mudah untuk menemukan angkringan legendaris ini, dengan anda berjalan menuju Stasiun Tugu Jogja anda sudah bisa menemukan angkringan yang di maksud.

Angkringan legendaris sejak puluhan tahun lalu ini memang tidak pernah sepi akan pengunjung, apalagi pada malam hari tiba. Untuk sekedar minum kopi dan makan cemilan yang ada di angkringan tersebut sangat sulit di karenakan ramai nya pengunjung. Baik dari kendaraan roda dua maupun roda empat, semua nya tergabung menjadi satu.

Trotoar pun sudah di penuhi dengan pengunjung yang duduk beralaskan tikar usang, bagi pengunjung yang terlebih dahulu datang sudah tentu berkesempatan untuk bisa duduk, akan tetapi bagi pengunjung yang telat siap siap untuk antri panjang.

Disamping harga yang murah, angkringan ini bisa menjadi tempat siapa saja, baik dari kalangan bawah, menengah maupun keatas karena angkringan ini bersifat makanan sederhana. Tidak tinggal begitu saja, angkringan ini banyak seniman lagu jalanan yang bisa menghibur para pengunjung, pengunjung pun akan di suguhkan dengan lagu lagu yang dinyanyikan dari awal hingga selesai, tak ayalpun banyak pengunjung yang meRequest lagu kesukaan nya untuk di nyanyikan oleh seniman musik jalanan tersebut.

Angkringan Tugu menyediakan berbagai makanan yang bisa anda rasakan, dari makanan gorengan, nasi kucing dan lain nya, untuk minuman nya sendiri yang paling di sukai oleh pengunjung adalah Kopi Jos, tetapi selain kopi jos ada juga minuman es tape, teh gula batu nasgitel, bandrek dan lain nya.

Jadi bagi anda yang sedang liburan ke kota Yogya jangan pernah lupa untuk mampir ke angkringan Kota Yogya yang berada dekat dengan Stasiun Tugu Yogya untuk sekedar mencicipi makanan makanan yang ada disana sembari ngobrol bersama yang lain nya.

Tongseng dan Sate Codot, Kuliner Extrim Kota Yogyakarta

Yogyakarta – Biar liburan anda bertambah seru dan menegangkan saat berada di Yogyakarta jangan lupa mencoba kuliner extrim seperti tongseng dan sate Codot (kelelawar ).

Memang bagi orang yang tidak pernah mencoba santapan extrrim ini mungkin sama sekali tidak akan pernah terbayang jika sampai mencicipi masakan dari bahan hewan yang bisa di katakana menyeramkan ini.

Apabila anda yang ingin mencoba mencicipi kuliner extrim ini anda bisa langsung mengunjungi warung tongseng kelelawar (codot) yang beralamat  di Jalan Bantul, Kilometet 5.5 Yogyakarta. Warung ini sangat lah terkenal di Yogyakarta.

Warung milik Romiyati ini sudah puluhan tahun lama nya. Warung buka di mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Bagi masyarakat lokal sendiri banyak yang menyebut warung ini warung tongseng dan sate codot, karena bagi masyarakat setempat kelelawar yang berukuran besar di berikan nama codot, sehingga hingga saat ini warung tersebut terkenal dengan warung tongseng dan sate codot.

Romiyati sendiri membuka kuliner extrim ini bukan tanpa alasan, karena kelelawar ternyata memiliki khasiat yang banyak orang belum mengetahui nya, khasiat ini sendiri untuk kesehatan tubuh bagi penikmat nya karena berkhasiat bisa menyembuhkan penyakit asma.

Adapaun alasan lain nya warung Romiyati memilih menu hewan extrim ini di karenakan hewan ini ada hewan yang menjadi sebuah hama yang sering kali merusak tanaman perkebunan ataupun tanaman penduduk.

Untuk harga sendiri sangatlah bersahabat untuk kantong peminat nya, terutama bagi dari kalangan menengah yang ingin mencicipi menu yang tersedia di warung tongseng dan sate codot ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed