by

Memohon Menjadi Tahanan Rumah, Berjanji Tidak Akan Berbuat Ulah Ujar Jerinx

BeritaCNN – Gede Ari Astina alias Jerinx SID, terdakwa Kasus IDI, dalam sidang yang di laksanakan di Pengadilan Negeri Denpasar, Jerinx menyampaikan Pledoi nya kepada majelis hakim agar diri nya bisa menjadi tahanan rumah atau menjadi tahan percobaan walaupun diri nya di vonis bersalah.

Apabila saya dinyatakan bersalah, saya memohon kepada Yang Mulia Hakim agar berkenan di beri izin agar dapat menjadi tahanan rumah. Dengan rasa hormat yang sebesar besar nya saya memohon kepada Yang Mulia Hakim agar dapat mengabulkan permintaan saya ini.

Permohonan ini di minta oleh Jerinx dengan alasan tidak ada nya sosok laki laki yang berada di rumah nya untuk menjaga orang tua, istri saya maupun adik adik saya, lain dari itu juga karena diri nya harus menghidupi orang tua,mertua saya, istri serta adik adik saya jelas Jerinx.

Saya pun berjanji kepada Majelis Hukum bahwa tidak akan pernah mengulangi kembali perbuatan nya, jika saya sampai mengulangi perbuatan ini lagi saya siap untuk di hukum tanpa pengadilan cetus nya.

“ Saya berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi perbuatan yang sama sehingga membuat kegaduhan di masyarakat serta membuat kegaduhan kepada pihak pihak yang bisa saja terganggu dengan perbuatan saya. Saya juga berjanji akan menjalani hidup lebih bijaksana lagi dalam menggunakan sarana media sosial saya, dan apabila sampai saya melakukan hal yang sama lagi serta terbukti membuat kegaduhan saya bersiap di hukup seberat-berat nya walaupun tanpa ada pengadilan ucap Jerinx.

“ Saat ini saya hanya memikirkan keselamatan keluarga, ketenangan hati orang tua saya, dan juga ketenangan hari istri saya. Jangan sampai karena masalah ini istri saya pergi meninggalkan saya, serta orang tua saya kecewa dengan pendapat pendapat yang saya keluarkan tetapi pendapat yang saya ungkapkan ini demi kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi saya “.

Jerinx, Dokter Tirta Di Larang Ketua IDI Bali Beri Kesaksian Saat Persidangan Saya

Denpasar – Sidang lanjutan kasus IDI kacung WHO terdakwa atas nama I Gede Ari Astina yang lebih di kenal dengan Jerinx SID akan digelar pada hari Selasa 10 November 2020 dengan agenda pembacaan Pledoi atau pembelaan.

Dalam sidang tersebut, Jerinx menyebutkan bahwa dr Tirta dilarang oleh pihak IDI Bali untuk memberikan kesaksian guna meringankan hukuman nya.

“ Dokter Tirta datang di persidangan nya sebagai saksi yang dinilai bisa meringankan hukuman saya disini, akn tetapi Ketua Umum IDI Bali, dokter Putra Suteja. Dokter Tirta di telepon, di ancam dan di tekan agar tidak mendatangi sidang serta tidak diperbolehkan untuk membantu dan memberikan kesaksian untuk meringankan hukuman saya. Sama sekali tidak di perbolehkan untuk ikut campur dalam hal saya ini, bagi saya ini merupakan suatu hal yang lucu jelas Jerinx dalam sidang agenda Pledoi “, Selasa 10 November 2020.

Dokter Tirta adalah teman diskusi Jerinx di Media Sosial sebelum adanya kasus IDI Kacung WHO, Jerinx dan dokter Tirta sempat berdiskusi mengenai konspirasi Covid-19 sampai dengan rencana pelaksanaan konser yang akan du tujukan kepada Tenaga Kesehatan Wisma Atlet.

Untuk dokter Tirta sendiri sudah meminta kepada IDI bahwa dalam kasus IDI Kacung WHO dapat di selesaikan dengan jalan mediasi, tidak hanya dokter Tirta saja yang menyarankan agar jalur mediasi sebagai jalan keluar nya.

Tadi saya bisa bicara banyak sama dokter Tirta dari awal masalah pun dokter Tirta sudah meminta kepada dokter Putra Suteja agar dapat menyelesaikan masalah ini dengan jalur mediasi, dalam hal ini dokter Tirta tidak sendirian, IDI Gianyar dan IDI Tabanan juga meminta agar dapat diselesaikan dengan jalur mediasi tutur Jerinx.

Doter Tirta pun menyebutkan bahwa Jadi dan dokter Putra Suteja berkata tidak ada kata maaf bagi Jerinx dan dokter Tirta sendiri yang menjadi saksi perkataan dari Jadi dan dokter Putra Suteja.

Dalam kasus ini Jerinx dinyatakan bersalah di karenakan sudah terbukti melakukan perbuatan tindak pidana karena dengan sengaja serta tidak memiliki hak menyebarkan informasi yang bisa menimbulkan kebencian dan permusuhan secara individual ataupun kelompok.

Pasal yang diancamkan pasal 28 (a) 2 Juncto, Pasal 45 (a) 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 mengenai Perubahan atas UU RI BNO 11 tahun 2008 tentang ITE Juncto Pasal 46 (a) 1 KUHP dengan ancaman hukuman 3 tahun kurungan penjara dan denda 10jt.

Jerinx, Saya 100% Tidak Bersalah Dalam Persoalan “ IDI Kacung WHO “

Denpasar – Saat ini I Gede Ari Astina atau yang lebih di kenal dengan Jerinx SID, mematuhi panggilan d ari Polda Bali terkait kasus yang sedang ramai saat ini mengenai pencemaran nama baik dan menimbulkan kebencian serta permusuhan di kalangan individu maupun kalangan masyarakat luas.

Saya sangat yakin bahkan yakin 100% jika saya dalam hal ini tidak bersalah dan apa yang saya lakukan ini sudah sangatlah benar, tidak ada maksud negative ataupun buruk, yang saya lakukan ini murni sebatas kritikan karena saya adalah warga negara Indonesia jelas Jerinx.

Jerinx sendiri diperiksa di ruag Ditreskrimsus Polda Bali dan Jerinx sendiri sudah menyiapkan data data dan informasi yang ditujukan kepada penyidik.

Semua data dan informasi yang di perlukan sudah saya siapkan dalam penyidikan dan saya yakin semua nya akan baik baik saja ucap Jerinx.

Jerinx sendiri mendatangi Polda Bali pada pukul 11.00 Wita dengan di damping oleh kuasa Hukum nya I Wayan Gendo Suardana dengan mengenakan celana hitam dan kaos hitam bertuliskan INDONESIA TOLAK RAPID.

Direktur Reserse Kriminal Khusu Polda Bali Kombes Yuliar menjelaskan bahwa pemanggilan ini bertujuan untuk di minta klarifikasi.

Dalam hal ini Jerinx di laporkan oleh IDI Bali karena sudah memposting di IG nya yang dianggap sudah mencemarkan nama baik IDI seIndonesia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed