by

Pakar: Ri Masih Berlakukan Status Darurat Corona, Tetapi Jika Menurun Bisa Langsung di Cabut

BeritaCNN – Doni Monardo yang dimana sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan jika status darurat Covid-19 di RI pada saat ini masih dalam berstatus darurat bencana Nasional Corona jika Covid-19 masih mewabah di Indonesia dan pakar epidemiologi juga menyepakati akan kebijakan dari pemerintah tersebut.

Kami berharap jika masyarakat bisa mematuhi dan taat akan peraturan PSBB maka kemungkinan besar kasus ini bisa di tekan dan akan mengalami penurunan secara bertahap dan konsisten dan bisa di berlakukan pelonggaran atau pun pencabutan status darurat nya. Dalam hal ini pemerintah yang membuat kebijakan dan berharap semua masyarakat bisa memahami  kebijakan yang di buat agar bisa di terapkan dan di laksanakan oleh seluruh masyarakat agar bisa mencegah penyebaran virus Corona ini tegas Laura Navila Yamani epidemiologi dari Universitas Airlangga ini.

Laura juga meminta kepada pemerintah agar segera mematangkan skenario New Normal agar masyarakat bisa mengerti dan memahami apa maksud dari skenario tersebut sehingga bisa mempermudah untuk masyarakat memahami nya serta menjalankan nya. Dan lain dari pada itu Laura juga meminta kepada pemerintah agar terus menjalankan dan memberlakukan PSBB dalam masa perpanjangan status darurat Corona.

BNPB Menjelaskan Dari 96% Pasien Corona 58% nya Adalah Pasien Laki Laki

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa dari hasil data pasien positif Corona di Indonesia pada saat ini dari total 96% diantara nya 58% adalah pasien berjenis kelamin laki laki. Berdasarkan info dari Kemenkes tentang pasien yang terkena Covid-19 ini ternyata banyak pasien yang berjenis kelamin laki laki, memang data yang di sebutkan tidak 100%, hanya di angka 96% saja. Dari data 96% itu ternyata di isi oleh pasien positif Corona yang berjenis kelamin laki laki sebesar 58%, hal ini di sampaikan langsug oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Bapak Agus Wibowo.

Dan selanjut nya Agus Wibowo menjelaskan pasien berdasarkan usia adalah seluruh tingkat usia semua nya ada akan tetapi yang paling banyak di usia yang masih aktif kerja di kisaran 30-50 tahun sebesar 38.99% dan di usia 50-59 tahun sebesar 37.83% dan 15.96% sisa nya di usia 10-30 tahun. Maka dari itu kami sangat menghimbau untuk seluruh rakyat Indonesia agar selalu menjaga kesehatan tubuh dan menjalankan peraturan protokol kesehatan dari pemerintah, terutama yang di usia produktif kerja harus lebih memperhatikan protokol yang sudah di anjurkan oleh pemerintan dengan cara selalu menggunakan masker dan menjaga jarak antar sesame, dengan menjalankan semua protokol kesehatan dari pemerintah mudah mudahan pandemi ini bisa segera hilang dari Indonesia bahkan ke negara lain.

Penggunaan Persentase Dalam Penerapan Strategi Untuk Melawan Covid-19

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberitahukan perihal dalam menjalankan strategi untuk melawan penyebaran Covid-19. Pada saat ini pemerintah terus menerus mengupayakan supaya penyebaran Covid-19 ini terus berlangsung maka dari itu pemerintah menerapkan dua strategi yaitu pendekatan secara psikologis dan pendekatan secara medis. Dalam kondisi saat ini pemerintah sangat berfokus untuk seluruh masyarakat agar tidak terjangkit Covid-19.

Agus Wibowo juga menjelaskan bahwa tujuan dari semua itu adalaha membuat orang yang sedang kurang tidak sehat menjadi sehat dan orang yang sedang sakit kita buat sembuh dan orang yang tidak sehat kita bikin tetap sehat, maka dari itu kami akana selalu memberikan arahan melalui penjelasan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar bisa saling menjaga dan membantu program dari pemerintah ini agar rantai penyebaran virus Corona di Indonesia ini dapat segera putus dan bisa terselesaikan secepat mungkin.

Kemudian Agus merincikan dua strategi yang akan di jalankan untuk penangan Covid-19 yaitu dengan strategi psikologis yaitu memberikan arahan dengan meminta kepada masyarakat agar tidak panic dalam menghadapi pandemi ini dan terus menjaga kondisi kesehatan tubuh secara mental dan fisik, dalam strategi psikologis ini akan kami berikan sebesar 805 kepada seluruh masyarakat dan 20% nya akan kami berikan secara medis bagi masyarakat yang mengalami penurunan kesehatan maupun yang sudah menderita positif Corona. Bagi yang kesehatan nya sedang menurun kita akan bantu untuk memulihkan dan sedang kan untuk yang menderita positif Corona kita akan berikan kesehatan dan kesembuhan.

Yang utama adalah psikologis penduduk nya sendiri dan sekarang psikologis menjadi peran utama kita dalam penanganan Covid-19 ini. Kita juga membutuhkan imunitas , gizi , stamina serta istirahat cukup dan harus di tunjang dengan olah raga yang cukup akan tetapi yang paling penting adalah seluruh masyarakat tidak perlu panic dalam menghadapi wabah ini di karenakan kami dari pemerintahan akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah wabah ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed