by

Pengacara 30 Miliar Tangani Urusan Grab Yang Didenda Rp 30 Miliar

BeritaCNN – PT Teknologi Pengangkutan Indonesia  (TPI) bersama dengan kuasa hukum Grab “ Hotman Paris Hutapea ” yang juga di kenal sebagai Pengacara 30 Miliar menganggap bahwa keputusan yang di ambil oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) merupakan suatu preseden yang buruk bagi persoalan dunia usaha kita atau Indonesia di mata usaha internasional.

Yang dimana pada saat ini Presiden Jokowi sedang berusaha keras mengajak investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, KPPU malah menghukum investor asing TPI dan Grab yang sudah berani menanamkan modal yang sangat besar di Indonesia bahkan sudah memberikan lapangan kerja yang begitu luas nya untuk masyarakat Indonesia sendiri yang dimana berdasarkan hasil pertimbangan yang memang tidak sama dengan fakta dalam persidangan ujar Hotman.

Seluruh Koperasi yang menjadi mitra Grab yang memang menjadi kompetitor TPI merasa tidak pernah didiskriminasi dengan kedatangan TPI sendiri.

Untuk KPPU sendiri tetap memaksakan dan menyatakan bahwa Grab sudah melakukan diskriminasi kepada koperasi koperasi tanpa ada pertimbangan dasar hukum nya, maka dari itu Hotman meminta kepada Presiden Jokowi agar lebih memperhatikan dan mengawasi kinerja KPPU. Menurut Hotman sendiri para investor asing akan kurang minat untuk berinvestasi ke Negara Indonesia jika masih ada lembaga yang memberikan hukuman kepada investor asing tanpa ada pertimbangan hukum yang jelas dan tidak memiliki kesesuaian dengan fakta dalam hukum persidangan.

Bersama dengan putusan KKPU ini, TPI dan Grab akan menempuh jalur hukum dan akan mengajukan permohonan keberatan kepada Pengadilan Negeri dalam jangka waktu yang sudah di atur dalam perundang undangan jelas Hotman.

Menurut informasi dari pihak KPPU memberikan sanksi kepada PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) dan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) yang dimana PTI di kenakan sanksi 19 Miliar sedangkan Grab di kenakan sanksi sebesar 30 Miliar.

Dalam hal ini kedua perusahaan tersebut dianggap sudah melanggar Pasal 14 serta Pasal 19 UU No 5 tahun 99 mengenai larangan praktik monopoli dan persaingan tidak sehat. Dari sanksi 30 miliar yang di berikan kepada Grab tersebut di bagi dengan dua pasal tersebut yang dimana Rp 7.5 M untuk pasal 14 dan Rp 22.5 M untuk pasal 19, bagi TPI sendiri Rp 4 M untuk pasal 14 dan Rp 15 M untuk pasal 19.

Pengacara Kondang “ Hotman Paris Hutapea “ Menilai Ada Keganjalan Dalam Permasalahan Grab dan TPI

Jakarta – Hotman Paris Hutapea selaku kuasa hukum dari PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) menilai ada kejanggalan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha(KPPU) yang mempermasalahkan klien nya.

Klien nya di tuduh sudah melanggar Undang Undang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, namum itu semua di sangkal oleh kuasa Hukum Grab “ Hotman Paris ” bahwa klien nya sama sekali tidak pernah melakukan praktik monopoli ataupun melakukan persaingan usaha tidak sehat.

Saya ingin menanyakan jika anda semua kalau mau booking taksi mendapatkan kesulitan atau tidak? Apakah ada keharusan memilih Grab di karenakan kesulitan memilih yang lain? Tidak ada kan? Semua nya bebas kan? Apakah merasakan Grab menguasai pasar di karenakan tidak ada pilihan lain nya dan harus Grab? Tidak ada kan? Maka dari itu hal ini menjadi suatu hal yang aneh jelas Hotman pada saat di kantor KPPU Jakarta Pusat.

KPPU menuduh jika Grab melakukan tindakan persaingan secara tidak sehat yang diketahui melibatkan TPI. TPI merupakan perusahaan yang menyediakan jasa sewa mobil dan bekerja sama dengan Grab Indonesia dan menyediakan jasa rental mobil ke Grab.

Semua itu tidak ada dan semua laporan ini smeua nya tidak masuk logika semua ujar Hotman dengan tegas.

Oktavianus Wijaya juga menyebutkan bahwa ada yang janggal dengan keputusan KPPU, apa yang di permasalahkan dalam laporan dengan dugaan pelanggaran  yang dimana kenyataan fakta dalam persidangan ada sesuatu hal yang berbeda sehingga menjadi tidak in-line jelas Oktavianus.

Semakin rajin, memberikan pelayanan yang semakin bagus, rating tinggi, dan jarang melakukan cancel penumpang yaa otomatis banyak orang yang suka donk. Sudah wajar jika Grab mengutamakan driver driver yang baik dan berkualitas di karenakan Grab selalu berusaha memberikan yang terbaik baik konsumen nya tegas Oktavianus Wijaya.

Sidang KPPU dan Grab di Tunda!! Hotman, Ada Apa Ini?

Jakarta – KPPU pada hari ini akan mengadakan sidang atas tuduhan pelanganggaran UU tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Secara Tidak Sehat yang di lakukan oleh Grab Indonesia.

Persidangan ini di pimpin oleh Dinni Melanie yang bertindak sebagai Ketua Majelis Komisi di temani oleh M Afif Hasbullah dan Guntur Saragih yang bertindak sebagai Anggota Majelis, dan Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea juga turut hadir yang dimana posisi beliau sebagai kuasa hukum dari pihak Grab Indonesia.

Agenda pada siang ini adalah pemeriksaan ahli. Doktor Martin Daniel Siyaranamual dari Fakultas Padjajaran kata Ketua Majelis Komisi dalam pembukaan sidang di kantor KPPU Jakpus.

Sidang baru saja di buka tetapi pihak dari investigator meminta persidangan ini untuk di tunda di karenakan pihak dari KPPU batal mendatangkan ahli nya, kami juga baru menerima kabar siang ini bahwa beliau tidak dapat datang menghadiri persidangan di karenakan sedang menjalani acara Bappenas, sehingga dari kami sendiri selaku pihak investigator meminta kepada Majelis agar dapat menjadwalkan ulang untuk agenda pemeriksaan ahli ucap dari perwakilan investigator.

Pada akhir nya Majelis Komisi memutuskan untuk menunda persidangan dan akan di lanjutkan pada esok hari pada pukul 14.00 WIB jelas Majelis.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed