by

Peringatan Jokowi Dalam Aksi Prabowo Dalam Urusan Alutsista Dalam Negeri

-Berita-148 views

BeritaCNN – kemarin Presiden Jokowi sempat mengumpulkan para menteri nya dalam sebuah rapat terbatas. Dalam rapat tersebut Jokowi meminta kepada jajaran cabinet nya agar berkerja berdasarkan keadaan krisis yang menimpa kita saat ini, jangan bekerja seperti keadaan yang normal normal saja. Untuk pembelanjaan sendiri kita harus mengutamakan produk dalam negeri kita sendiri.

Dalam rapat ini yang di hadiri banyak Menteri tersebut, seperti nya Jokowi lebih menyorot kepada Kemenhan “ Prabowo Subianto ” yang dimana dalam pidato nya Jokowi berkata dalam hal DI atau Dirgantara Indonesia yang membeli rantis 4×4 di PT PINDAD dan untuk pembayaran dalam negeri ya yang cash, cash dan cash dan saya juga menilai Pak Menhan juga sudah sangat mengerti akan hal ini jelas Jokowi.

Untuk jubir Prabowo sendiri “ Dahnil Anzar Simanjuntak menerangkan jika Prabowo lebih memprioritaskan belanja Kementerian Pertahanan tersebut lebih mengutamakan produk dari dalam negeri.

Dalam anggaran Kemhan sebesar Rp 117 Triliun sudah di bagi bagikan sesuai dengan kebutuhan masing masing, dalam hal ini 55% untuk prajurit TNI dan ASN Kemhan-TNI, 20% untuk biaya operasional dalam hal perawatan alutsista dan lain lain nya.

Mungkin sentilan itu di tujukan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto agar dapat mengerem dalam hal belanja produk luar negeri, akan tetapi selang beberapa hari Prabowo menjawab sentilan tersebut dengan menjawab “ Saya menjajal kendaraan taktis atau rantis yang bernama Maung. Prabowo menjajal rantis 4×4 tidak lah sendirian melainkan bersama dengan PT. PINDAD di Sentul International Circuit (SIC).

Pada kesempatan itu sendiri Prabowo dan tim dari PT PINDAD menjajal rantis 4×4 yang bernama Maung, dan moment ini di unggah oleh Prabowo sendiri dalam akun Instagram pribadi nya.

Prabowo sendiri menegaskan bahwa kita lebih memprioritaskan dan lebih mendukung produk dalam negeri kita sendiri dan saya ingin produk dalam negeri kita bisa mandiri. Untuk urusan alutsista dalam negeri aan saya terus dukung dalam upaya peningkatan nya dan lain dari itu kami selalu mendukung program penelitian dalam hal pengembangan agar hasil hasil produksi dalam negeri kita dapat berdiri mandiri secara utuh terang Prabowo.

Di Mulai Dari Sentilan, Sekarang Kunjungan Lumbung Pangan Bersama

Jakarta – Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi memberikan teguran terhadap Kemenhan Prabowo Subianto terkait penggunaan anggaran Kementerian untuk membeli produk dari luar negeri, akan tetapi dalam situasi berbeda Jokowi dan Prabowo bersama sama meninjau lumbung pangan yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah di karenakan Menhan sendiri di tunjuk sebagai Leading Sector.

Pada momen kunjungan ke Provinsi Kalimantan Tengah ini Jokowi dan Prabowo sendiri menjadi sorotan publik di karenakan bersama sama melakukan peninjauan lokasi lumbung pangan dan benar ada nya bahwa Prabowo di tunjuk oleh Jokowi sebagai Leading Sector dalam mengurusi urusan pangan.

Banyak juga yang mempertanyakan kenapa Prabowo yang menjabat sebagai Menhan harus turun tangan menangani urusan pangan, salah satu nya Partai PKS. Kami merasa bingung akan hal ini karena alasan apa sehingga Jokowi memberikan tugas kepada Prabowo yang pada saat ini bertugas sebagai Menhan akan tetapi memberikan tugas untuk menggarap lumbung pangan yang  ada di Kalimantan Tengah.

Dari pihak Istana sendiri memberikan jawaban terkait pertanyaan kenapa Presiden Jokowi menugaskan Prabowo Subianto untuk mengurusi proyek lumbung pangan yang anda di Kalimantan Tengah tersebut. Kantor Staf Presiden menjelaskan bahwa tugas Menhan bukan hanya mengurusi masalah pertahanan dalam hal senjata api saja melainkan mengurusi ancaman dari hal non senjata seperti kelaparan dan penyakit terang Donny Gahral Adian yang bertugas sebagai Tenaga Ahli Utama KSP.

Seakan tidak memperdulikan kritikan, Presiden Jokowi dan Prabowo berjalan beriringan dalam melakukan peninjauan lokasi Lumbung Pangan di Kalimantan Tengah. Untuk proyek lumbung pangan nasional ini di lakukan di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau dengan luas lahan 148 ribu hektare.

Prabowo sendiri sudah mengunggah kebersamaan nya bersama dengan Presiden Jokowi pada saat kunjungan ke proyek Lumbung pangan, dalam foto yang di unggah terlihat Jokowi dan Prabowo berada di sebuah pondokan yang di mana mereka sedang duduk di bangku kayu panjang sambil berbincang mengenai proyek Lumbung Pangan yang akan di kepalai oleh Prabowo.

Pada unggahan nya Prabowo menjelaskan bahwa diri nya siap bersinergi dalam program pertahanan dalam sektor pangan.

Pada hari yang baik ini saya bersama dengan Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi bersama dengan Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo, Kepala Staf Kepresidenan Bapak Moeldoko dan Sekretaris Presiden Heru Budi Hartono meninjau kawasan Food Estate yang berada di Kabupaten Pulang Pisang, Kalimantan Tengah.

Saya bersama dengan Menteri Pertanian dan lain nya akan berusaha mewujudkan program cadangan ketahanan pangan ini agar bisa berjalan dengan baik tulis Prabowo di akun pribadi nya.

Tugas Prabowo Cs Dalam Proyek Lumbung Pangan Menurut Menteri Pertanian

Jakarta –  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan bekerja sama dengan Menhan Prabowo dan  beberapa Menteri lain nya dalam hal menangani proyek lumbung pangan nasional ( food estate) yang berada di Kalimantan Tengah. Dalam hal ini juga Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa diri nya masih tetap pemimpin dalam proyek lumbung pangan nasional ini.

Kami bekerja sama sesuai dengan tugas nya masing masing dan saya sendiri masih menjadi Leading Sector dalam proyek ini yang dimana memang saya akan bekerja sama dengan beberapa Menteri seperti Menteri PUPR “ Basuki Hadimuljono “ Menteri BUMN “ Erick Tohir “ Menteri Pertahanan “ Prabowo Subianto “

Dalam proses penggarapan 700 ribu hektare lahan gambut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa kesertaan Menteri PUPR, Menhan dan Menteri BUMN akan menjalankan peran nya masing masing sesuai bidang nya.

Dalam proses ini Basuki, Prabowo dan Erick akan mengerjakan dalam tahap awal proyek lumbung pangan ini. Untuk Basuki sendiri bertugas sebagai membuat saluran irigasi untuk lahan yang akan di garap sebelum lahan tersebut akan di tanami, untuk Erick akan menyediakan pupuk untuk keperluan lumbung pangan yang tentu nya akan di pasok melalui BUMN (PT RNI) dan untuk Prabowo bertugas sebagai penyedia pekerja di lumbung pangan ini.

Pada awal nya Mnetan memang tidak terlibat di awal penggarapan 700 ribu hektare dikarenakan memang belum ada nya pengairan primer, sekunder maupun tersier nya.

Akan tetapi pernyataan Mentan berbeda dengan apa yang di katakana oleh Jubir Prabowo “ Dahnil Anzar Simanjuntak “. Dahnil sendiri menjelaskan bahwa Prabowo akan menjadi Leading Sector dalam proyek lumbung pangan nasional ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed