by

Pesawat Supersonik BOOM Akan Lepas Landas di Tahun 2021

-Berita-55 views

Beritacnn –  Diketahui pesawat Supersonik akan segera lepas landas pada tahun 2021 setelah tertunda selama puluhan tahun. Untuk Concorde sendiri pertama kali lepas landas dan mengudara ke langit sudah sangat lama sekali, sekitar lebih dari 50 tahun yang lalu dan kabar terbaru pesawat supersonik ini akan segera mengudara kembali pada tahun 2021.

Start-up Boom Supersonik telah mengkonfirmasikan jika aka nada peluncuran XB-1, perusahaan ini sudah membangun prototype bersklala 1:3 yang dimana dari pesawat supersonik Overture. Berdasarkan informasi XB-1 akan segera di perkenalkan pada Oktober mendatang dan uji coba penerbangan nya akan di lakukan pada tahun 2021, untuk Concorfe sendiri terakhir terbang pada tahun 2003.

XB-1 merencanakan langkah pertama adalah membawa penerbangan supersonik agar bisa kembali ke dunia terang Blake Scholl yang dimana menjabat sebagai pendiri dan CEO Boom Supersonik.

Perjalanan menggunakan Supersonik bisa di tempuh dengan jarak dua kali lipat lebih jauh dan bisa juga membawa orang lebih banyak  di karenakan faktor kecepatan pesawat ini dua kali lipat. Tujuan XB-1 ini sendiri bertujuan untuk memperlihatkan dan membuktikan teknologi Overture.

Pesawat supersonik ini di rancang dengan kontruksi dengan menggunakan bahan serat karbon yang canggih serta efisiensi aerodinamika yang tinggi yang dimana memang sudah di optimalkan menggunakan komputer.

Star-up Boom Supersonik sendiri sudah mengeluarkan gambar gambar pesawat eksperimental. Dalam gambar tersebut Boom sudah menciptakan pesawat tercepat dengan sebuah hangar dan penyelesaian pemasangan sayapnya.

Bersama dengan XB-1 kami akan bersiap membawa kembali pesawat cepat Supersonik, atas hasil uji XB-1 juga sudah mengkonfirmasikan jika 100% netral karbon agar segera menyempurnakan bentuk pesawat Supersonik Overture. Untuk pesawat ini juga aman bagi lingkungan dan bagi ekonomi untuk jangka waktu yang lama.

Setelah sekian lama mempelajari bahwa permintaan untuk pesawat supersonik sendiri mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan dengan perkiraan awal terang Scholl.

Sebelum mengalami pandemi Covid-19 Boom sendiri bisa mengumpulkan kurang lebih US$ 6 miliar untuk pre-order untuk pesawat nya. 1 pesawat di banderol dengan harga US$ 200 Juta. Untuk pembeli sendiri terdapat dari Japan Airline sampai dengan Virgin Group da nada juga yang sudah berinvestasi sebasar US$ 10 juta pada perusahaan di tahun 2017.

Jika dalam hal ini seua nya berjalan aman sesuai rencana, Overture sendiri akan kami rancang untuk bisa menampung 50 sampai 75 orang dan akan dimulai untuk penerbangan di tahun 2030. Untuk rute sendiri kami ada memiliki lebih dari 500 rute antar lintas samudera dengan kecepatan Mach-2.2 dengan dimana perjalanan antara New York – London hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam 15 menit.

Untuk hal berisik, Supersonik juga di rancang dengan menggunakan teknologi tingkat kebisingan yang sangat rendah. Untuk kecepatan pesawat ini sendiri akan kami gunakan pada saat terbang di atas lautan dan juga kami selalu memastikan bahwa untuk area penduduk sendiri tidak akan terpengaruh dengan ledakan sonic.

Akan tetapi Boom tidak sendiran yang berusaha untuk mengembalikan penerbangan Supersonik. Aerion Corporation yang berkantor di Reno, Nevada juga sedang mengembangkan pesawat Supersonik, akan tetapi pesawat pabrikan Reno ini hanya mampu menampung penumpang sebanyak 12 penumpang.

Pesawat Supersonik Akan Mengudara Kembali, China Langsung Berminat

Jakarta – Apakah traveler masih ingat akan pesawat supersonic Concorde? Informasi terbaru akan ada pesawat supersonik terbaru dan Negara China bergegas langsung memesan pesawat tersebut yang akan di uji coba pada tahun 2021 mendatang.

Di ketahui pesawat supersonik ini hanya memerlukan waktu 5 jam untuk rute Shanghai – Los Angeles, 6 jam untuk rute Sydney – Los Angeles dan 5,5 jam rute Tokyo – Los Angeles.

Semenjak pensiun nya Concorde pada tahun 2003, Startup Aeronautika ,melakukan pengembangan pesawat supersonik lain nya yang di ketahui bernama Boom Technology yang dimana perusahaan ini sudah mengumpulkan US$ 85 juta untuk biaya investor dan mitra contoh nya Virgin Atlantic dan Japan Airlines yang di ketahuai mereka menginvestasikan US$ 10 juta untuk 20 pre order kursi dari 55 kursi pesawat.

Ctrip sendiri sebagai penyedia jasa terbesar di Asia yang berasal dari China terdapat 300 juta pelanggan yang sudah menjadi mitra strategis dari Boom Technology. China sendiri menjanjikan akan menjadi pasar terbesar untuk penerbangan pesawat supersonik. Orang China sendiri semakin gemar menghabiskan uang mereka untuk mendapatkan suatu pengalaman dan mereka juga sangat menggemari perjalanan udara jelas Victor Tseng.

Dan untuk tiket nya sendiri relatif lebih murah di bandingkan dengan Concorde sewaktu itu yang dimana untuk rute New York – Londong Concorde mematok harga tiket di harga US$ 11.000-13.000 akan tetapi Boom hanya mematok harga tiker di harga US$ 5.000 dengan rute yang sama ( New York – London ) terang Victor Tseng.

Pesawat Supersonik Yang Tenang dan Tidak Bising

Jakarta –  Concorde pesawat supersonik pertama yang sukses pada tahun 2002 dan pensiun pada tahun 2003 akan di gantikan dengan pesawat supersonik lain nya yang dimana di desain lebih oke dan tanpa memberikan kebisingan dan ledakan pada saat mengudara.

Untuk kali ini Lockheed Martin menjelaskan pesawat supersonic menggunakan mesin ganda yang bisa mengangkut 50- 75 penumpang dengan kecepatan Mach 1.8. Meski di ketahui jika produksi nya masih jauh akan tetapi Lockheed Martin menjelaskan sudah bekerja sama dengan NASA untuk pembuatan pesawat supersonik X-59 Supersonik Tekhnology X dan bisa di pastikan pesawat ini tidak akan menimbulkan ledakan sonic.

Lockheed Martin menjelaskan jika tes pada pesawat X-59 dapat membuka jalan sebuah jalan dan memikirkan kembali adanya peraturan yang bisa mencegah penerbangan pesawat supersonik. Perusahaan akan memanfaatkan rute yang bisa di buka untuk di gunakan penerbangan pesawat komersil ini.

Untuk QSTA tidak sendirian dalam mengadakan pesawat supersonik karena Startup Boom juga saat ini sedang menciptkan pesawat supersonik yang dimana sudah mendapatkan investasi sebesar US$ 10 dari Japan Airlines yang di ketahui sudah melakukan pre-order pesawat yang berkapasitas 55 penumpang itu dengan kecepatan Mach 2.2.

Untuk desain yang di rancang oleh Lockheed Martin masih menggunakan hidung yang super tajam yang berfungsi untuk meredam gelombang sonik yang sudah pasti akan mengalir di sepanjang pesawat agar tidak tercipta ledakan.

Untuk X-59 sendiri berhasil untuk mengirim suara ledakan dan kebisingan ke tanah hanya seperti kita menutup pintu mobil saat di banting dan untuk Concorde sendiri memiliki hidung yang melengkung sehingga membuat pilot nya dapat melihat dengan jelas pada saat pendaratan. Untuk QSTA sendiri lebih menggunakan sistem visibilitas yang terletak pada bagian depan yang berfungsi untuk mempermudah menyampaikan gambar yang di perlukan oleh kokpit.

Untuk kabin sendiri di rancang untuk 40 penumpang yang dimana para penumpang akan memiliki akses jendela nya. Pada bagian belakang pesawat terdapat struktur Flying V-tail. Suatu hal yang tidak biasa untuk menggantikan desain sirip tunggal standard yang memang sering ada pada jet tempur.

QSTA berbeda dengan Concorde, karena tidak memiliki afterburner yang bisa menyuntikan bahan bakar ke mesin agar bisa meningkatkan daya dorongan pada pesawat secara drastis. Pesawat QSTA memiliki jangkauan sekitar 5.200 per mil laut sehingga memberi kemudahan untuk melayani rute seperti New York – London, Tokyo – Sydney, London – Beijing, dan Tokyo – Los Angeles dengan waktu kurang lebih 4.5 jam per rute nya jelas Lockheed Martin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed