by

Sanksi Yang di Terapkan Untuk Pelanggar PSBB di Bodebek

-Berita-387 views

Sanksi  Yang di Terapkan Untuk Pelanggar PSBB di Bodebek – Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil sudah membuat Pergub Nomor 40 Tahun 2020 yang dimana isi nya tentang pembahasan sanksi bagi para pelanggar pelaksanaan PSBB( Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Bodebek. Terdapat dalam pasal 3 di terapkan pembuatan Pergub adalah berdungsi sebagaiwadah peningkatan dalam mematuhi peraturan social distancing yang ita di ketahui sebagai ketentuan menjaga jarak dan social dan terdapat kepastian konsekuensi hukum selama pelaksanaan PSBB.

Juru bicara Daud Achmad Gugus tugas Penanggulangan Covid-19 memberitahukan bahwa dalam pasal tersebut terdapat sanksi bagi para pelanggar penanggulangan PSBB yang bisa di terapkan oleh para Petugas seperti Pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan dan Satpol PP dan di harapkan bukan hanya para petugas saja yang bisa menerapkan system sanksi nya, Daud Achmad juga meminta bantuan kepada seluruh masyarakat agar bisa saling meningkatkan peraturan ini dengan cara menjalankan dan mematuhi sebagaimana mesti nya guna memutus rantai penyebaran Covid_19.

Bagi para pelanggar akan di berikan sanksi dengan berbagai macam macam jenis sanksi nya.  Di mulai dari sanksi berupa teguran dan tertulis, sanksi hukuman social dan hingga sanksi denda berupa uang dari ratusan ribu sampai dengan jutaan rupiah. Kriteria yang bisa di kenakan denda sebagai berikut dan apa saja sanksi yang bisa di terima.

  1. Keluar Rumah Tanpa Menggunakan Masker

Dapat di berikan sanksi teguran dan tertulis, bekerja social membersihkan tempat tempat umum dan dikenakan denda dari Rp 150.000 sampai dengan Rp 250.000.

  • Kantor atau Tempat Kerja yang Tidak Dikecualikan Melanggar Stop Sementara

Bisa di berikan sanksi keras dengan cara penutupan dan penyegelan tempat kerja ataupun kantor serta bisa di kenakan denda berupa uang sebsesasr Rp 5 juta bahkan sampai dengan Rp 10 juta.

Dan untuk tempat kerja yang di kecualikan dari pemberhentian sementara namun tidak menjalankan protokol pemutusan penyebaran virus Corona selanjutnya di tuliskan kesehatan bisa di kenakan teguran dan denda dari Rp 25 juta sampai dengan Rp 50 juta.

  • Rumah Makan Yang Tidak Membatasi Pelayanan Nya

Bagi restoran ataupun rumah makan yang tidak mengindahkan untuk membetasi pelayanan nya dengan cara membeli hanya untuk di bawa pulang dan tidak menerapkan system kesehatan maka akan di kenakan sanksi berupa penutupan tempat usaha dan di denda dari RP 5 juta sampai dengan Rp 10 juta.

  • Beramai-ramai dan berkerumun di Hotel

Bagi penanggung jawab hotel menutup fasilitas pelayanan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan dalam lingkungan hotel da tidak menerapkan protokol kesehatan maka akan di kenakan denda dari mulai Rp 25 juta sampai dengan Rp 50 juta.

  • Kegiatan Pekerja Keluar dari Kawasan Proyek

Para pemimpin pekerja kontruksi yang tidak menerapkan pembatasan aktivitas para pekera di kawasan proyek serta tidak menerapkan protokol kesehatan yang di himbaukan akan di denda dengan nominal Rp 25 juta sampai dengan Rp 50 juta bahkan akan di lakukan penyegelan proyek sampai dengan pelaksanaan PSBB di berhentikan di wilayah Bodebek.

  • Melanggar Larangan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah

Akan di berikan sanksi terguran dan tertulis bagi pelanggar nya

  • Berkegiatan di Tempat Umum Lebih dari Lima Orang

Orang yang melakukan kegiatan di tempat umum lebih dari lima orang akan mendapatkan sanksi teguran dan tertulis dan di sanksi kerja social serta di denda Rp 150.000 sampai dengan Rp 250.000.

  • Melakukan Kegiatan Kebudayaan Yang Tidak di Anjurkan dan Menyebabkan Kerumunan

Jika terjadi hal seperti ini akan di berikan sanksi berupa penutupan dan pencabutan izin kerja yang di lakukan oleh perangka daerah serta kemudian di sanksi dengan denda dari Rp 5 juta sampai dengan Rp 10 juta.

  • Pengemudi Mobil Tidak Menggunakan Masker atau Langgar Ketentuan Kendaraan

Jika membawa penumpang lebih dari pembatasan dan tidak menggunakan masker maka akan dikenakan sanksi berupa denda Rp 500.000 sampai dengan  Rp 1.000.000 dan si pengendara akan di kenakan sanksi kerja sosial serta mobil akan di pindahkan ke tempat tertentu oleh pihak Satpol PP akan di minta ke pemilik mobil untuk segera mengambil kendaraan nya, jika dalam waktu tiga hari mobil tidak di ambil maka akan di Derek ke kantor perhubungan.

  1. Mengendari Motor Tidak Menggunakan Masker

Akan di kenakan denda berupa uang senilai Rp 150.000 sampai Rp 250.000 dan melakukan kerja sosial dan akan di Derek ke tempat tertentu.

  1. Ojol Membawa Penumpang

Bagi pengendara roda dua yang berbasis aplikasi yang nekat membawa penumpang yang berbeda alamat di KTP akan di kenakan denda Rp 100.000 sampai dengan Rp 250.000 terkecuali untuk penanggulangan Covid-19 dan teruntuk bagi kondisi gawat darurat dalam hal kesehatan.

  1. Angkutan Umum Membawa Penumpang Lebih dari 50% Kapasitas Mobil

Jika kendaraan umum masih mengangkut penumpang lebih dari 50% kapasitas kendaraan maka akan di dengan nominal Rp 100.000 sampai dengan Rp 500.000 dan di Derek serta lakukan kerja sosial.

Denda denda administrative akan di setorkan ke kas daerah Prov Jabar atau ke kas daerah kabupaten atau kotamadia wilayah Bodebek.

Cerita Pria Asal Garut Sembuh dari Virus Corona

Kepulangan warga Selawi ini kerumah nya di sambut tangis haru dari pihak keluarga setelah di nyatakan sembuh dari virus Corona dan sudah di konfirmasi oleh Pemkab Garut. Pria asal Garut itu di antar pulang oleh pihak medis dan aparat TNI_Polri.

Para keluarga dan tetangga juga menyambut kepulangan nya dengan memberikan pelukan , dan di saksikan langsung oleh camar setempat dengan cara memberikan pemahaman kepada masyarakat Selawi dengan memberikan pemberitahuan jika sang pasien sudah sembuh dari virus corona setelah beberapa lama menjalankan isolasi di rumah sakit.

Sambil mengucapkan Selamat datang kembali di Selawi dalam kata sambutan nya ucap Ridwan dan meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak memandang remeh virus ini dan seperti penjelasan oleh camat setempat masih ada tujuh orang lagi yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di karenakan terjangkit virus corona, satu orang menjalani isolasi mandiri dan satu lagi nya meninggal dunia.

Walkot Bandung Meresmikan Lab BSL 2 dan Sudah Mulai Dioperasikan

Kamis 14 Mei 2020 Walkot Bandung Meresmikan Lab BSL 2 yang terletak di jalan Supratman kota Bandung, walkot mengungkapkan jika laboratorium BSL 2 ini sangat di harapkan untuk mengetahui penyebaran Covid-19 di kota Bandung dan walkot Bandung sangat bersyukur karena memiliki tenaga tenagah ahli dari ITB yang berupaya untuk menuntaskan Covid-19 ini. Oded menyebutkan lab ini akan di gunakan untuk seluruh warga kota Bandung yang sudah pernah melakukan swab test yang mudah mudahan akan di lakukan pemeriksaan sebanyak 200 sampel dan cara pemeriksaan nya hanya membutuhkan waktu 1×24 jam saja dan sudah bisa mengetahui hasil nya. Cara ini di gunakan agar mempercepat mengetahui siapa yang terjangkit dan bisa langsung di proses isolasi secepat nya guna memutus rantai penyebaran virus Corona ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed