by

Sebanyak 100 Petugas di Bandung di Kerahkan Untuk Melakukan Pengecekan Kelayakan Hewan Kurban

-Berita-79 views

BeritaCNN– Pemkot Bandung bersama dengan Dinas Pangan dan Pertanian mengerahkan 100 orang petugas yang berasal dari Perhimpunan Dokter Hewan Indoneisa (PDHI). Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa hewan hewan yang akan menjadi hewan kurban dan protocol kesehatan dalam masa pandemi ini.

Wali Kota Bandung menjelaskan bahwa dalam hal ini bukan hanya memeriksa kelayakan hewan kurban saja akan tetapi para petugas bisa memberikan himbauan agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19 ini agar penyebaran virus Corona ini tidak terus meningkat terutama di masa Idul Adha.

Saya meminta agar para petugas dapat menjalan tugas nya dengan penuh tanggung jawab dan sebaik baik nya, terutama bukan terfokus kepada pemeriksaan hewan kurban saja melainkan selalu mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan protokol kesehatan khusus nya bagi para pengurban karena saat ini kita masih dalam situasi pandemi Virus Corona. Kita harap dengan ada nya situasi Idul Adha ini tidak akan pernah terjadi klaster yang baru lagi terang Wali Kota Bandung Oded di Balai Kota.

Untuk Kepala Dispangtan sendiri sudah menjelaskan bahwa sudah terdapat 212 titik dari 30 Kecamatan yang sudah mendaftarkan lokasi penjualan hewan kurban nya, dan kami juga sudah menurunkan 100 orang petugas untuk menjaga serta mengawasi seluruh titik lokasi penjualan agar para penjual dan para pembeli selalu mematuhui protokol kesehatan yang memang kita perlukan saat ini.

Untuk hewan kurban sendiri yang di nyatakan layak untuk di jual akan di berikan sebuah tanda berupa tanda kalung di leher nya. Dan pada H-3 hewan kurban tersebut akan tetap di periksa kembali untuk memastikan bahwa herwan tersebut bebas dari Covid-19.

Satgas juga bertugas sebagai pemeriksa hewan yang masih hidup dan ada juga yang bertugas  untuk memeriksa hewan yang sudah di potong.

Untuk penyelenggaraan pemotongan dan penjualan hewan kurban dalam masa pandemi ini harus selalu mentaati protokol kesehatan yang di tetapkan, dan tim kami sendiri sudah melakukan sosialisasi terhadap para penjual penjual hewan kurban. Tim kita sudah memberikan informasi kepada para pengusaha ternak agar mereka bisa meminata rekomendasi terlebih dahulu dari pihak kewilayahan terang Ginanjar.

Pada waktu meminta rekomendasi, para pengusaha ternak akan di berikan persyaratan persyaratan yang harus mereka penuhi sebelum mereka melakukan penjualan di wilayah itu, syarat yang harus di penuhi yaitu kandang, penjual harus menggunakan APD setidak tidak nya menggunakan masker serta syarat untuk pembeli yaitu selalu menjaga jarak dengan para pembeli dan penjual nya. Untuk persyaratan ini sendiri sudah kami tuangkan dalam surat edaran tegas Gin Gin Ginanjar.

Hewan Kurban di Blitar Terinfeksi Penyakit Kulit dan Hidung

Blitar – Dalam masa menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menurunkan pasukan nya untuk selalu memantau dan memerikasa hewan kurban yang akan di perjualkan. Khusus nya untuk kota Blitar sendiri, para petugas menemukan gejala gejala penyakit pada kulit dan hidung sapi yang akan di jual, penemuan ini terjadi di Pasar Dimoro.

Dari hasil pemeriksaan petugas, terdapat dua ekor sapi dan empat ekor kambing yang kedapatan mengalami penyakit kulit dan sakit pada hidung nya, di karenakan mengeluarkan cairan yang berlebihan dari hidung dan mulut nya.

Kabid Dispangtan kota Blitar, Dewi Masitoh menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terdapat dua ekor sapi dan empat ekor kambing yang terdeteksi penyakit kulit dan hidung, akan tetapi kami sudah memfasilitasi pengobatan hewan yang terinfeksi penyakit secara gratis. Ada permintaan dari pedagang yaitu suntikan untuk hewan agar bertambah nafsu dalam hal makan.

Untuk pedagang yang hewan nya masih mengalami gejala penyakit, segera meminta bantuan kepada tim agar hewan nya segera di obati agar dapat di jual sebelum pelonjakan pembelian hewan kurban. Berdasarkan hasil pemeriksaan kami dan tim, tidak di temukan hewan dengan penyakit yang serius dan berbahaya yang terdapat di pasar Dimoro.

Dalam hal ini Dispangtan bekerja sama dengan Dinas Kesahatan kota Blitar di karenakan protokol dan peraturan kesehatan harus tetap di jalani terutama untuk para pedangan dan pembeli. Dalam hal ini petugas gabungan masih menemukan para pedagang yang masih tidak menggunakan masker, karena di kota Blitar masih menerapkan peraturan menggunakan masker maka mereka semua kita berikan peringatan pertama.

Kami himbaukan kepada para pedagang agar jangan sampai menimbulkan klaster kedua dari pasar hewan, untuk para pedagang ataupun pembeli yang masih melanggar akan kami berikan tindakan tegas.

4 Hal Yang Wajib di Jalankan Oleh Para Pedagang dan Pemotong Hewan Kurban Di Jawa Timur

Jawa Timur – Perayaan Hari Raya Idul Adha sudah mendekati waktu nya, akan tetapi perayaan Idul Adha tahun ini di rayakan dalam masa pandemi Covid-19 yang tentu nya kita harus tetap menaati protokol dan aturan arturan kesehatan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Tak hayal Dinas kesehatan dan Dispangtan pada kesempatan ini memberlakukan pengecekan dan pengawasan terhadap hewan kurban yang akan di jual dan akan di potong terlebih dalam hal kesehatan hewan tersebut.

Untuk Dinas Peternakan Jawa Timur juga mengeluarkan kebijakan terhadap sebagaimana mesti nya pemotongan hewan, hewan yang di potong harus memiliki surat kesehatan dan bagi pemotong nya juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi ini.

Dalam hal ini kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Wemmi Niamawati menetapkan 4 langkah yang harus di jalani oleh para penjual dan para pemotong hewan kurban.

Para pedagang dan para pembeli hasus melakukan physical distancing , pedagang harus memiliki surat ijin dagang dari wilayah setempat dengan jadwal yang sudah di tetapkan, penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 klaster ke dua dengan cara menggunakan atribut APD serta menyediakan tempat pencucian tangan pada lokasi dagang di tambah lagi para pedagang harus menggunakan sarung tangan pada saat menjual hewan kurban nya dan peraturan yang terakhir adalah para penjual dan hewan hewan yang akan di jual harus terlebih dahulu di cek kesehatan nya dan harus memiliki surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan sebagai nya.

Khusus untuk para petugas pemotong hewan kurban harus melakukan physical distancing dan pada saat pengulitan hewan kurban para pemotong tidak di perbolehkan saling berhadap hadapan. Untuk petugas nya harus sesuai dengan tugas masing masing dan tidak di perbolehkan di menangani dalam hal keseluruhan terang Wemmi Niamawati.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed