by

Setelah KAMI, Mungkin Akan Ada KAMU dan Seterusnya Apa Lagi Tutur Moeldoko

BeritaCNN – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko memberikan tanggapan santai mengenai lahirnya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Akan tetapi ada sebuah pesan dari Moeldoko untuk KAMI.

KAMI dibentuk karena kepentingan dari sekumpulan kelompok, silahkan saja dan sah sah saja tanpa ada yang akan melarang selagi gagasan dan tujuan nya baik akan kami terima, tetapi jika arahnya hanya untuk memaksakan sesuatu kepentingan tentu nya aka nada perhitungan nya jelas Moeldoko kepada awak wartawan.

Moeldoko sendiri memberikan tanggapan terkait lahir nya KAMI membuat suhu politik di Indonesia kian memanas. Untuk itu lahir nya gerakan KAMI ini tidak perlu di tanggapi secara berlebihan dan di heboh-hebohkan.

Dalam hal dinamika politik tentu nya akan selalu terus berkembang, sama sekali tidak ada nama nya dinamika yang stagnan, lahir satu akan lahir yang lain nya lagi. Setelah kelahiran KAMI, nanti ada kelahiran KAMU dan seterus nya apa lagi. Maka dari itu kita tidak perlu menyikapi hal yang berlebihan tentang masalah hadir nya KAMI jelas Moeldoko.

Yang terpenting harus bisa menjunjung tinggi nilai demokrasi dan tidak bertujuan untuk mengganggu kestabilitasan politik dan negara.

Selagi gagasan-gagasan itu hanya sebatas bagian dari demokrasi ya silahkan dan tidak ada masalah nya. Tetapi jangan pernah mencoba untuk mengganggu kestabilitasan negara dan kestabilitasan politik ya tentu nya semua ada resiko nya karena negara memiliki kalkulasi dalam hal penempatan demokrasi dan kestabilitasan tegas Moeldoko.

Lantas, bagaimana tanggapan dari Moeldoko yang dimana saat ini sebagai mantan Panglima TNI tentang permasalahan saat ini?

Untuk saat ini masih biasa saja, taka da yang perlu di respon dengan berlebihan, akan tetapi jika sudang bersinggungan dengan stabilitas dan mengganggu negara pasti saya ingatkan kembali. Karena negara kita punya kalkulasi sehingga ada hitung-hitungan nya.

KAMI sendiri adalah suatu gerakan yang diinisiasi oleh Din Syamsuddin yang dimana disebut sebagai gerakan bermoral yang dimana di dalam nya terdapat beberapa tokoh negara yang salah satu nya adalah mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo.

Purnawirawan Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Tegaskan KAMI Tidak Akan Pernah Menjadi Partai Politik

Jakarta – Mantan Panglima Jenderal TNI (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo akhir nya menghadiri kegiatan nonton bareng film Penghianatan G30S/PKI di Karawang. Kita ketahui sebelum nya deklarasi yang di adakan di Rengasdengklok dipindahkan karena desakan oleh massa dan masyarakat dan akhirnya di pindahkan ke kawasan Galuh Mas.

Gatot Nurmantyo menegaskan kepada massa KAMI yang berasal dari Kabupaten Karawang jika KAMI tidak akan pernah menjadi partai Politik, jika KAMI berubah menjadi partai politik, saya akan menjadi orang pertama yang keluar dari partai. Kita tidak akan membohongi masyarakat tegas Gatot.

Saya dan yang lain nya sudah yakin tidak akan membuat partai, jika sampai KAMI berubah menjadi sebuah partai berarti sama sekali tidak bermoral ujar Gatot.

Gatot sama sekali tidak mempermasalahkan jika banyak asumsi bahwa dia hanya memanfaatkan KAMI sebagai jalan untuk nyapres pada tahun 2024. “ Silahkan jika mereka berasumsi seperti itu, saya hargai dan itu memang hak mereka. Ditambah lagi orang seperti saya di dengarkan dengan baik baik apa yang sudah saya sampaikan dan setelah mendengar baru mereka mengkritik. Tugas saya adalah mendalami pola pikiry agar tidak terjadi kesalahpahaman ujar Gatot.

Saat di Tanya tentang berapa banyak jumlah personil KAMI, Gatot hanya menjawab belum tahu dkarenakan belum mengetahui data besar nya dikarenakan setiap hari nya makin bertambah. Jika saya sudah mengetahui data besar nya akan pasti saya beritahukan tutur Gatot.

Moeldoko ke Gatot Nurmantyo : Jangan Merusak Stabilitas Politik

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang juga seorang Jenderal Purnawirawan TNI memberikan penegasan bahwa negara menjamin kebebasan dalam berpendapat baik segi individu maupun kelompok. Hal ini juga mempertegaskan untuk junior nya di TNI, Gatot Nurmantyo jika sampai mengganggu kestabilitasan politik, tentu nya ada tindakan yang akan di lakukan.

Jika sudah sampai mengganggu stabilitas politik siap siap akan menanggung resiko nya, karena dalam hal ini negara memiliki kalkulasi dalam penempatan demokrasi dan juga kestabilitasan tegas Moeldoko.

Belakangan ini telah terjadi kegaduhan yang di sebabkan oleh KAMI juga sudah dihitung. Dalam hal ini juga pemerintahan dan aparat menilai saat ini kehadiran KAMI adalah sebuah dinamika dalam hal politik di suatu negara.

Akan tetapi jika dalam hal ini sudah bersinggunggan dengan kestabilitasan dan juga mengganggu politik tentu nya saya akan mengingatkan kembali. Negara punya hitung-hitungan nya maka dari itu selagi gagasan dan tujuan nya baik semua nya akan tetap berjalan baik tegas Moeldoko.

Presidensium dari KAMI, Gatot Nurmantyo mendapatkan prostes dari sekelompok orang pada saat ingin melakukan tabor bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) kalibata. Tetapi sekelompok orang tersebut membubarkan diri setelah di datangi oleh ormas yang juga turut serta dalam tabur bunga untuk mengenang Pahlawan Revolusi yang memang saat itu sedang bersama dengan para (Purn) TNI.

Ada beberapa ormas yang tergabung pada hari itu yaitu, Bang Japar, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia FKPPI) dan lain nya, mereka ikut mengawal tabur bunga yang memang di pimpin langsung oleh Presidensium KAMI, Gatot Nurmantyo.

Setelah lolos dari protes massa, Gatot bersama Purnawirawan serta personel TNI dan Polri lain nya di hadang oleh Dandim Jaksel Kolonel Infanteri Yustia Ucu pada saat ingin masuk kedalam lokasi makam. Gatot Nurmantyo pun sempat bersitegang dengan Dandim Infanteri Yustia Ucu.

Gatot pun sempat berbicara kepada Dandim Infanteri Yustia Ucu dengan mengucapkan  “ Ini kita di makan pahlawan ya, anda memiliki Sapta Marga dan sumpah prajurit anda pun juga bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kami sebagai Purnawirawan akan selalu menghormati para pahlawan yang menjadi korban kejam nya G30S/PKI ujar Gatot.

Dandim Infanteri hanya menjawab jika dia hanya menjalankan perintah dan tidak ada maksud untuk melarang ataupun menghalangi para Purnawirawan untuk melakukan ziarah dan tabor bunga ke makam Pahlawan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed