by

Tidak Ada Ampun ! Garuda dan Citilink Pecat Pilot Yang Tertangkap Menggunakan Narkoba

-Berita-91 views

BeritaCNN – PT Garuda Indonesia dan anak Usaha nya Citilink Indonesia sudah menindak tegas kepada oknum pilot yang memang sudah terbukti menggunakan narkotika dengan cara langsung melakukan Pemecatan kepada oknum tersebut.

Berdasarkan dari hasil penelusuran serta koordinasi yang kami lakukan dengan pihak Kepolisian terkait oknum Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia yang menggunakan narkotika, sudah dapat kami pastikan bahwa oknum tersebut sudah di beri sanksi tegas dari perusahaan berupa pemecatan, hal ini di sampaikan langsung oleh Direktur Garuda Indonesia Bapak Irfan.

Penerapan sanksi berupa pemecatan adalah sebuah konsekuensi dan komitmen tegas dari perusahaan dengan cara sama sekali tidak memberikan toleransi kepada setiap karyawan yang menggunakan narkotika. Ini adalah suatu perwujudan serius dan usaha berkelanjutan dari PT Garuda Indonesia dalam usaha menjamin aspek keamanan dan keselamatan penerbangan, dengan cara melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan minuman alkohol dan narkotika di dalam lingkungan perusahaan tegas Irfan.

Keputusan ini di buat setelah dari PT Garuda Indonesia menerapkan Drug and Alcohol Management Program (DAMP) dengan cara melakukan random check test rapid urine narkotika, zat afiktif dan psikotropika. Kami lakukan kepada lebih dari 122 awak pesawat dan juga para petugas operasional yang bertugas di Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

Berdasarkan hasil random check yang di lakukan kepada seluruh awak pesawat serta seluruh petugas operasional PT Garuda Indonesia secara keseluruhan dinyatakan tidak ada yang mengandung Zat NAPZA.

Pt Garuda Indonesia sendiri akan selalu mengadakan pemeriksaan narkotika kepada seluruh karyawan bertujuam untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan minuman alkohol di lingkungan kerja PT Garuda Indonesia dan yang paling penting adalah bertujuan untuk menjamin keamanan dan keselamatan dari para pengguna yang selalu setia menggunakan jasa penerbangan  PT Garuda Indonesia.

Untuk Citilink Indonesia yang juga masih Anak usaha dari PT Garuda Indonesia juga sudah melakukan pemeriksaan kepada seluruh karyawan Citilink, baik yang bertugas di bagian operasional, awak kabin maupun para pilot pilot nya.

Kemenhub, Tidak Ada Perlindungan Untuk Ketiga Pilot Pengguna Narkoba

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto juga ikut berkomentar terkait tertangkap nya 3 orang pilot karena penyalahgunaan narkotika, untuk para operator penerbangan harus selalu rutin melakukan pemeriksaan tes narkotika kepada seluruh karyawan nya dan juga melakukan sosialisasi terkait bahaya nya narkotika.

Oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika tidak aka nada perlindungan sedikit pun dari kementerian perhubungan. Kita selalu berkomitmen akan selalu memberantas narkoba yang ada di Indonesia guna mewujudkan penerbangan yang aman, nyaman dan terkendali tegas Novie.

Dari pemerintahan sendiri selalu mengupayakan agar penerbangan di Indonesia ini bisa terbebas dari penyalahgunaan narkotika dan obat obatan terlarang lain nya. Cara utama kami untuk mewujudkan itu semua dengan cara melakukan rapid urine napza secara random dan kami juga lakukan di seluruh bandara bandara yang ada di seluruh Indonesia.

Untuk penanganan kasus narkotika sendiri sepenuh nya adalah wewenang dari pihak kepolisian, kita dari Kemenhub mengapresiasi setinggi tinggi nya atas kinerja kepolisian dalam pemberantasan narkoba di Indonesia ini seperti hal nya yang di lakukan oleh ketiga oknum pilot ataupun personil dari penerbangan.

Saya pastikan bahwa dari pihak Kemenhub dan Ditjen Perhubungan udara sama sekali tidak akan mengintervensi, semua kami serahkan permasalahan ini kepada pihak Kepolisian agar dapat menangani sesuai dengan aturan hokum yang berlaku di Negara kita tegas Novie.

Bos Garuda, Ada 70% Pesawat Parkir  Ini Suatu Kerugian Sangat Besar

Jakarta – Dikarenakan wabah Virus Corona, PT Garuda Indonesia terpaksa harus memarkir pesawat pesawat nya sebanyak 70% dan bukan nya memarkiran saja tentu nya pihak PT Garuda Indonesia sendiri harus membayar uang parkir pesawat nya  sementara untuk pendapatan nay sendiri sudah sangat minim terang Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melalui live IG bersama dengan Raffi Ahmad melalui akun @garuda.indonesia.

Dalam live Instagram itu Irfan beberapa kali menjawab pertanyan pertanyaan dari warganet terkait persoalan operasional pesawat Garuda Indonesia sendiri.

Jadi begini ya Raff, ada sekitar 70% pesawat kita yang terparkir, dan itu juga kita harus tetap bayar ujar nya, sedih lah pokok nya  jelas Irfan.

Masalah nya kita harus membayar biaya parkir pesawat dan juga kita harus tetap membayar biaya sewa pesawat padahal pesawat nya tidak terbang dan kita sekarang harus menanggung kerugian yang sangat besar dan pada saat ini kita sekarang sudah merugi.

Maka dari itu untuk segera bangkit dari keterpurukan dan kerugian ini Irfan mengajak Raffi dan masyarakat lain nya untuk kembali bisa terbang bersama Garuda Indonesia lagi di karenakan Garuda Indonesia sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat terkait masalah pandemi yang kita hadapi ini.

Insyaallah jika naik Garuda semua nya aman, kita buktikan dari protokol nya. Ada yang bilang rapid tes dan ada juga yang bilang PCR. Untuk sekarang semua sudah sepakat di domestic semua nya harus rapid test, dengan waktu 15 menit untuk ambil tes nya dan setelah itu anda sudah bisa masuk kedalam dan semua nya sudah normal jelas Irfan tentang pertanyaan tentang personalan protokol kesehatan.

Untuk itu kita anggap sudah cukup aman karena sirkulasi udara kita naik turun, ada nya filter sebagaiu pembersih menjadikan nya lebih aman. Untuk tempat duduk juga berjauhan kayak jadi ekonomi yang bagian tengah nya kosong tambah Irfan pada bagian penutup pertanyaan persoalan protokol kesehatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed